Senin, 14 Juni 2021

cover-header-domain-redemption

Ini kejadian odong rasa-rasanya perlu saya bagikan sebagai #DiaryBaikHariIni, yah jangan sampai deh temen-temen di luar sana kedapetan pengalaman serupa. Mungkin untuk sebagian orang, nominal satu juta bukan berarti apa-apa, tapi yang jelas bukan untuk saya, hahaha. Memang, preferensi setiap orang akan nilai suatu barang itu berbeda-beda. Terkadang saya melihatnya bergantung pada barang apa yang diberikan nilainya disesuaikan dengan banyak faktor, seperti: kondisi, kebutuhan, kualitas, ketahanan, atau bahkan tingkat keinginan untuk memiliki barang tersebut (khusus yang satu ini nih, harus kudu hati-hati mengontrol emosi cinta ya). 

Misal, satu juta untuk sebuah tas dari brand lokal Dowa, itu bukan mahal, tapi ya wajar karena memang brand Dowa dengan khas rajutan dan kombinasi kulit sapi asli dengan kontrol kualitas pengerjaan hand made yang tinggi, memang sesuai untuk harga segitu. Lain cerita jika, satu juta untuk kaos oblong yang bahannya hanya katun, udah gitu cuman ada logo nyempil kecil di sudut kaosnya, buat saya itu pricey. Atau satu juta untuk sesuatu yang semestinya bisa dijaga supaya nggak perlu ngeluarin uang sebanyak itu gara-gara keteledoran.

Jadi Gini Ceritanya

Nah, untuk domain ajengmas.com ini, biasanya saya mengeluarkan biaya kurang lebih Rp 130,000-an setiap tahunnya untuk perpanjang kepemilikian dan masa aktif domain. Suatu saat, saya lupa untuk membayar perpanjangan masa aktif domain yang ternyata sudah expired selama dua bulan. Sewaktu saya ingin membayarnya, status invoice saya sudah berubah menjadi canceled. Sontak saja saya panik, waduh ini kenapa invoicenya canceled ya, batin saya. Beruntung kala itu saya tidak buru-buru langsung transfer ke rekening registrar domain. Kala itu, ada feeling yang nggak enak dan menuntun saya untuk cek ricek dulu ke control panel domain untuk melihat invoice dan mengecek apakah ada perubahan nominal tagihan dari tahun sebelumnya. Tanpa babibu, saya langsung menghubungi customer service dan menceritakan kendala yang saya alami tadi. Ternyata...

Status Redemption Domain

Domain www.ajengmas.com telah masuk ke dalam status redemption. Apa itu status redemption pada domain? Saya kutip dari artikel yang ada di member.hostingceria.com

Status redemption adalah domain yang sudah melewati masa registrar/renewal hold tanpa diperpanjang.

Itu berarti, domain saya semacam dalam masa dibekukan begitu. Tapi masih aman sih, karena pihak registrar domain masih berbaik hati untuk menyimpan domain saya dan jika dalam jangka waktu 30 hari sejak dibekukan saya ingin menebusnya, masih bisa dilakukan. Tapi jika tidak, maka domain saya akan bisa diklaim oleh pihak lain, sedih banget kan. Masalahnya adalah biaya untuk menebus domainnya 10 kali lipat dari biaya perpanjangan! Wkwkwk, ingin saya koprol saat itu juga.

Biaya Klaim Balik Domain

Dari pihak billing menginformasikan nominal yang harus dibayar untuk memproses tebus domain. Jumlahnya kurang lebih Rp 1,3juta dengan pajak 10%. Satu jutaan rupiah, untuk menebus jejak digital berharga, sebuah karya tulisan yang saya bangun sejak tahun 2016. Meskipun sebetulnya sudah sejak 2009 saya membuat blog, tapi baru di tahun 2016 yang lalu saya benar-benar niat untuk ngurusnya. Belum lagi, memori berharga yang sudah terekam disana, kenangan waktu jalan-jalan selama dinas ke Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, kenangan makan makanan enak khas daerah bersama teman-teman, duh nggak bisa banget kalau saya harus acuh dan membiarkan itu semua dimiliki oleh orang lain. Ditambah lagi, domain ajengmas.com ini rasanya sudah semacam jadi satu branding saya di dunia maya. Tentunya, tanpa galau babibu saya langsung menyetujui untuk proses penebusan dan membayar biayanya. Yap, harus ada harga yang dibayar untuk ketidakdisiplinan.

Kapok!

Bener-bener deh, nggak lagi bakalan telat bayar domain. Serius, kejadian ini menampar saya agar lebih disiplin lagi dan nggak menunda-nunda. Ada cara lain sih sebenernya yang mungkin bisa jadi biayanya nggak sebanyak itu, tapi resikonya tinggi dan resiko tersebut justru membuat biaya bisa jadi lebih tinggi lagi.

Jumat, 28 Agustus 2020


Woof wooff! Ini blog udah berdebu banget ya kayaknya, lama sudah nggak terjamah. Tiba-tiba terus kangen ngeblog lagi. Kangen mengasah kata-kata lagi. Kangen pegang kamera lagi (padahal tiap hari juga jeprat-jepret nak mbarep pake kamera gawai). Akhirnya memberanikan diri buat balik nulis lagi. Nulis sing sederhana wae sik wis, rasah dowo-dowo. Meninggalkan catatan tentang produk yang berasa banget manfaatnya buat saya, eh siapa tau kan di luar sana ada kawan virtual yang juga lagi cari-cari info tentang produk yang sama.

Kali ini saya mau berbagi soal produk bodycare yang udah hampir setahun ini rutin saya pakai nggak ganti-ganti. Produk buat ketiak yang awalnya saya nggak berekspektasi lebih sama produk ini. Ya, kala itu sih cuman berharap ini bahannya lebih aman, nggak bikin ketiak bau dan basah, udah cukup. Tapi ternyata setelah pakai Crystal Deodorant ini, ada perubahan positif yang saya rasain, akhirnya jadi keterusan pakai sampai sekarang.


Crystal Mineral Deodorant

Sejak saya hamil sampai sekarang masih menyusui, saya udah ngehabisin dua botol Crystal Mineral Deodorant dan udah repurchase lagi dua kali coba (segitu sukanya emang). Dari nyobain varian warna hijau, ungu, sampai sekarang yang warna kuning. Awalnya saya tau deodorant ini dari baca postingannya mbak Marlin di sini. Yang namanya baru pertama kalinya hamil ya mungkin, saya ternyata ngalamin juga euforia rasanya jadi bumil yang mendadak jadi berasa insecure gitu sama skincare yang selama ini dipake (meskipun pada kenyataannya, ujung-ujungnya ya jadi mikir, hmm kayaknya nggak perlu yang gini gini amat deh 😅).

Okay, balik ke Crystal Deodorant ini produk yang berasal dari US. Mengutip dari laman resminya di sini, berikut ini klaim yang mereka sampaikan tentang produknya:

CRYSTALTM, the creator of the original mineral salt deodorant, has been leading the natural deodorant industry for 35 years, formulating its deodorants with clean ingredients that are always free of aluminum, parabens, silicones, phthalates, and artificial fragrances and colors.

Dari kandungan bahannya, saya langsung sreg dan mantep buat akhirnya cobain. Bahan-bahan yang biasanya ditemuin di produk deodorant yang ada di pasaran, nggak ada di Crystal Deodorant ini. Misalnya paraben, alkohol, atau senyawa yang biasanya berfungsi sebagai pemutih, dan yang paling penting nggak pakai aluminium klorida. Sebenernya, selain Crystal Deodorant, ada banyak produk lokal yang juga menawarkan deodorant dengan bahan alami, tapi sayangnya biasanya mereka hanya punyan varian wangi yang terbatas, malahan kebanyakan unscented. Jadinya saya maju mundur deh kala itu mau cobain. Nah, kalau Crystal Deodorant ini punya 7 varian wangi, yaitu: Chamomile and Green Tea; Lavender and White Tea; Pomegranate; Vanilla Jasmine; Unscented; Freshly Minted (new); dan Mountain Fresh (new). 

Disini saya langsung to the point aja ya bahas bagaimana pengalaman saya selama pakai Crystal Deodorant dan alasan yang membuat saya merasa perlu merekomendasikan ke temen-temen semua. 

Nggak Heboh Lagi Sama Rambut Ketiak

Ini yang paling bikin amaze sih, hahaha. Sejak pake Crystal Deodorant, yang paling saya rasain beda banget dibanding dulu waktu masih pake deodorant yang biasa ada di pasaran itu, rambut ketiak jadi nggak lagi heboh gitu tumbuhnya. Lebih halus bulu rambutnya, nggak cepet rimbun juga. Ahelaaah rimbuuun macem pohon beringin aja ini ngomongin ketek. Eh tapi beneran, ini yang bikin saya heran juga. Rambut ketiak jadi jauh lebih lambat tumbuhnya, kayak lebih kondusif gitu 🤣

Ketiak Lebih Cerah

Whoaa, ini yang paling disuka! Warna kulit ketiak jadi lebih cerah dan bersih menurut saya. Meskipun masih pakai metode yang sama waktu mencukur ketiak (pakai Feet & alat cukur biasa). Konon katanya kalau mencukur ketiak itu bikin ketiak jadi kusam. Selama ini treatment soal ketiak saya nggak pernah berubah (terkecuali sewaktu hamil ya). Cuman oles pakai Feet terus dicukur deh pakai cukuran biasa (jarang pakai spatula bawaan Feet karena kalau mau hasil maksimal butuh waktu lebih lama). Nah, sejak pakai Crystal Mineral Deodorant ini, saya merasa ketiaknya jadi berangsur-angsur lebih cerah gitu. Uwuwu~ 

Anti Basah Anti Bau Apek Anti Noda

Ini sebenernya fungsi standarnya deodorant. Ya kalau mau pakai deodorant sudah seharusnya bikin nggak basket, burket, dan nggak kecut. Sejauh saya mencoba varian wangi Crystal Deodorant, menurut saya varian wanginya sebenernya lebih soft gitu sih, bukan yang wangi harum sepanjang hari. Jangan berharap lebih kalau perihal ketahanan wanginya. Tapi, buat saya sudah bikin ketiak nggak bau kecut  seharian itu sih udah cukup, nggak wangi semerbak nggak papa, yang penting nggak gengges, nggak bikin malu.

Bikin ada bekas di baju nggak ya? Nggak gaes, aman. Crystal Body Deodorant Roll On itu produknya nggak berwarna, bening gitu nggak ninggalin bekas warna di baju. Setelah diapply beberapa saat produknya juga cepet keringnya. Bagian paling penting adalah produk ini di saya ketahanan buat menahan keringat oke banget, nggak bikin burket deh.


Nggak Bikin Gatel

Risih nggak sih kalo harus garuk-garuk ketiak karena gatel? Hadeh, nggriseni nek jare wong Jowo. Pernah dulu pas pake salah satu merk deodorant bikin ketiak saya jadi gatel dan nggak nyaman. Untungnya Crystal Deodorant ini di kulit ketiak saya aman-aman aja, nggak ada efek gatal yang saya rasain. 

Sampai sekarang, saya masih setia pakai deodorant ini. Meskipun harganya agak lumayan ya untuk sebuah produk deodorant. Di olshop yang bertebaran di Shopee maupun Tokopedia, dijual dengan harga kisaran Rp 70,000 - Rp 90,000. Satu botol Cystal Deodorant biasanya saya habiskan dalam waktu 6 sampai 7 bulan. Dengan kualitas produk yang manfaatnya saya suka banget, buat saya harga segitu tetap worth to buy sih. 

Saya sampai sekarang udah ngehabisin 3 botol dengan varian yang beda-beda, ada yang udah pernah cobain varian wangi Pomegranate? Kabarnya sih ini varian wangi yang paling seger. Soon, kalau botol ketiga ini udah habis, penasaran banget mau cobain wangi Pomegranate 😁



Selasa, 21 Juli 2020



Selamat jalan Aku, selamat datang di dunia yang baru. 
Ini Aku yang baru. 
Yang mungkin tak lagi peduli seperti dulu. 
Karena pada akhirnya bukan lagi menjadi yang layak untuk sampai kuluangkan waktuku. 
Tak lagi kurasa saling, jadi untuk apa dipaksakan terjalin. 
Sadarilah bahwa jika memang saatnya berpisah, yasudah berpisah saja.

Tak perlu perpisahan. 
Tak perlu kata-kata. 
Bukankah sudah saling merasa bahwa kini arah kita tak lagi sama? 
Yang sayangnya harus dengan cara seperti ini. 
Ini adalah caraku yang terbaik, yang mampu kulakukan. 
Yang masih menghargai sisa-sisa ketulusan. 
Daripada diteruskan padahal ada yang sedang mengindik kita. 
Mungkin bahkan, menunggu kesempatan, mencari, mengadu keadaan. 
Oh, tidak, tidak akan kubiarkan panggung itu untuk mereka. 
Kulepaskan kita, tapi bukan untuk mereka.

Selamat memulai kembali dari awal, dengan kita yang tak lagi sama. 
Aku, yang sama sekali tidak menyesali apapun.

Winnie The Pooh tua, bersama gelas madu kesayangannya. 
Meneruskan perjalanan, meninggalkan jejak, kisah dan pelajaran.

Sabtu, 09 Mei 2020

cara-mencarikan-tabungan-rencana-mandiri-sebelum-jatuh-tempo

Penjelasan dari TRM atau Tabungan Rencana Mandiri saya kutip dari laman resmi Bank Mandiri ya. Jadi TRM ini semacam tabungan yang ada jangka waktu penyimpanannya. Pada saat sudah masa jatuh tempo, TRM akan cair secara otomatis dan langsung masuk ke rekening utama akun Mandiri-mu. Untuk informasi lebih detil tentang apa itu Tabungan Rencana Mandiri, kamu bisa akses di sini. Kalau dari situsnya, ini penjelasannya :

Mandiri Tabungan Rencana (MTR) adalah tabungan berjangka dengan setoran bulanan dan jangka waktu fleksibel sesuai kebutuhan nasabah serta fasilitas autodebet sehingga nasabah dapat mempersiapkan dan mewujudkan rencana masa depannya.

Beberapa waktu lalu untuk pertama kalinya saya mencoba mencairkan TRM sebelum masa jatuh tempo. Proses pencairannya nggak terlalu ribet dan nggak butuh waktu lama. Tapi memang ada prosedur yang harus dilalui. Nah, untuk mencairkan TRM ternyata ada 2 pilihan yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan, yaitu pencairan dana sebagian atau pencairan dana seluruhnya (dengan melakukan pembatalan TRM). Selanjutnya saya akan infokan langkah-langkah pencairan TRM sebelum jatuh tempo dan beberapa hal yang kamu siapkan.

Syarat Utama: Sertifikat TRM

Sebelum memproses pencairan dana TRM, kita wajib dapetin dulu Sertifikat TRM. Sertifikat ini hanya bisa diambil di Bank Mandiri (semua cabang). Pengambilannya nggak harus di cabang tempat kamu buka rekening kok, bisa di Bank Mandiri mana aja, jadi meskipun posisimu lagi di luar kota bisa juga kok datang ke Bank Mandiri cabang di kota tersebut. Di sertifikat ini ada nomor sertifikat yang bakal kamu butuhkan pada saat memproses pencairan TRM. Kalau kamu melakukan pendaftaran TRM melalui aplikasi Mandiri Mobile, tetep harus minta hardcopy sertifikatnya ke bank. Untuk proses permintaan sertifikat TRM ini, ada dua hal yang harus kamu siapkan, yaitu KTP dan buku tabungan Mandiri. Itu semua wajib dibawa sebagai syarat bukti data diri.

1 - Pencairan Sebagian Dana TRM

Jadi ternyata untuk pencairan TRM itu bisa dicairkan sebagian atau seluruhnya (dengan melakukan penutupan/pembatalan rekening TRM). Tapi, ada syarat dan ketentuannya. Untuk pencairan sebagian dana, maksimal hanya bisa dicairkan 30% dari jumlah nominal tabungan yang ada di TRM dengan jumlah biaya administrasi hanya Rp 10,000 (ini info yang saya dapatkan dari CS kemarin, tapi jumlah ini bisa jadi akan berubah sewaktu-waktu). Proses pencarian sebagian dana TRM ini hanya bisa dilakukan satu kali saja ya. Proses pencairan dana sebagian TRM ini sepertinya hanya bisa dilakukan di bank, karena kalau saya lihat di aplikasi Mandiri Online, tidak ada menu untuk pencairan sebagian dana, yang ada hanya pembatalan rekening TRM saja.

2 - Penutupan/Pembatalan Rekening TRM?

Kalau ternyata kebutuhan mengharuskanmu buat melakukan pencairan semua dana yang ada di Tabungan Rencana Mandiri, berarti kamu harus memproses pembatalan rekening TRM. Proses pembatalan rekening TRM bisa dilakukan di bank, via aplikasi Mandiri Mobile, dan via internet banking. Tapi kali ini yang akan saya share gimana caranya pembatalan TRM melalui aplikasi Mandiri Mobile saja, udah lupa juga sih soalnya login ke internet banking 😅 saking lamanya nggak pernah diakses lagi.

Memproses Pencairan Via Mandiri Mobile

Setelah sertifikat TRM sudah di tangan, langkah selanjutnya tinggal memproses pencairan melalui aplikasi Mandiri Mobile. Langkah-langkahnya sama sekali nggak ribet dan uang yang kamu cairkan bisa langsung masuk seketika ke rekening utama, less than 5 minute, I think.
  1. Login ke aplikasi Mandiri Mobile
  2. Ada kolom Mandiri Tabungan Rencana di bagian bawah
  3. Klik tombol 3 titik yang ada di sebelah kanan akun rekening TRM
  4. Pilih Pembatalan Mandiri Tabungan Rencana
  5. Selanjutnya akan tampil informasi jumlah saldo beserta biaya administrasi yang akan mengurangi jumlah nominal ketika proses pembatalan rekening TRM diproses
  6. Isikan prefiks sertifikat dengan 2 huruf yang ada di depan nomor sertifikat TRM
  7. Isikan nomor sertifikat (tanpa prefiks)
  8. Pilih rekening mana yang akan menjadi tujuan transfer (rekening ini nantinya yang akan bertambah saldonya)
  9. Voila! Jika status berhasil, seharusnya saldo TRM sudah masuk seketika 😉

Screenshot Pencairan TRM Via Mandiri Mobile

Ini preview tampilan laman aplikasi Mandiri Mobile yang akan kalian akses ketika memproses pembatalan rekening Tabungan Rencana Mandiri. Bisa dilihat ya kalau disana nggak ada pilihan untuk mencairkan dana sebagian, hanya ada pilihan menu untuk pembatalan rekening.

cara-cairkan-tabungan-rencana-mandiri-trm-sebelum-jatuh-tempo
🔍 Klik gambar untuk memperbesar

Semoga tulisan ini bisa membantu temen-temen yang butuh informasi seputar pencairan Tabungan Rencana Mandiri. Prosesnya mudah, hanya saja di awal ada ketentuan yang mengharuskan kita untuk tetap datang ke bank minta surat sertifikat buat dapetin nomor sertifikatnya. Selamat mencoba 😉

Jumat, 08 November 2019


Pengalaman menyenangkan ke puskesmas ini sebetulnya sudah dimulai sejak usia kandungan saya masuk 7 bulan. Sebelumnya, saya rutin kontrol di RS Hermina dengan dr. Detty, waktu itu alasannya lebih karena pengennya sih jadwal kontrol tidak barengan dengan aktifitas bekerja, jadi pengen ambil jadwal kontrol dokter di malam hari setelah jam kerja selesai. Alhamdulillah di saat trisemester pertama dan kedua, saya tidak mengalami hal-hal yang sampai mengganggu aktifitas sehari-hari. Nggak mual yang berlebihan, nggak ngidam yang gimana-gimana, nggak ngedrop juga, cuman memang jadi lebih sering nguantuuukk dan lebih gampang capek aja 😆

Nah, dulu sewaktu sahabat saya hamil, saya sudah beberapa kali mendengar cerita positif darinya yang langganan kontrol kehamilan di Puskesmas Mantrijeron. Mama Dian Utari berbagi cerita tentang layanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di puskesmas saat ini sudah lengkap dan pelayanannya sudah jauh lebih nyaman. Mulai dari USG, cek laboratorium (termasuk cek HIV juga ada), dan kesempatan untuk konsultasi dengan Ahli Gizi maupun Psikolog. Makin mantep lah saya kala itu buat besok kalau pas hamil nyobain untuk kontrol kehamilan di puskesmas. Sebelumnya memang udah ada kepengenan nyoba keseruannya, ditambah lagi terinfluence sama Mamanya Bang Sabrang & Dedek Kenang, makin semangat lah saya buat kontrol di puskesmas. Dan akhirnya, timing buat nyobain pun tiba, hihi.



"Kenapa akhirnya memilih rutin kontrol di puskesmas?"


Alasan utama karena pengen terinfluence untuk lahiran normal 😋 selain itu, nggak memungkinkan lagi untuk kontrol di RS Hermina karena jauh dan makin kesini kalau pulang kerja saya lebih milih buat leyeh-leyeh aja di rumah, udah makin boyoken cuy, hahaha. Alhamdulillah juga kehamilan saya baik-baik saja selama kontrol. Mmm, kalau alasan sentimentilnya karena dulu waktu saya bayi, saya rutin diimunisasi dan kontrol disana juga oleh Ibug, hahaha njug ngopo yak? 😂 Selebihnya karena penasaran juga sih, pengen aja gitu ngerasain ambience gimana periksa di puskesmas yang dibilang saat ini sudah banyak sekali improvement-nya, dan ternyata memang benar adanya. Ditambah lagi, Puskesmas Tegalrejo juga sudah punya fasilitas kesehatan yang cukup lengkap, termasuk layanan 24 jam dan ambulance. Fakta lain yang makin bikin penasaran adalah ini :

"Di Kota Yogyakarta sudah ada dua puskesmas yang memperoleh akreditasi terbaik atau berstatus sebagai puskesmas paripurna yaitu Puskesmas Mantrijeron dan Puskesmas Tegalrejo." - Antara Yogya, 2018


Cerita kontrol kehamilan ini saya persingkat aja ndak papa yah, ini beberapa highlight pengalaman dan catatan kecil yang mungkin bermanfaat saat kontrol kehamilan di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta :

Pendaftaran Antrian Online Puskesmas

Di Puskesmas Tegalrejo kita bisa melakukan pendaftaran antrian H-1 sebelum jadwal periksa. Kalau jadwal periksamu pengen di hari Senin, lakukan pendaftaran di hari Sabtu. Pendaftarannya bisa dilakukan via WA yaa. Tapi kalau sebelumnya kalian belum pernah sama sekali terdaftar periksa di puskesmas ini, alias belum punya nomor RM (Rekam Medis), kalian tetep harus ikuti rule jalur reguler (ambil nomor antrian di tempat, lalu melanjutkan proses menunggu antrian, dan itu memang lebih menyita waktu). Jadwal pendaftaran online ini mulainya dari jam 08:00. Dulu saya pernah kena tegur Admin karena ngeWA pagi-pagi jam 05:30 😂

Nah, kalau sudah dapat balasan WA dari si Mimin Puskesmas Tegalrejo, pas hari H kontrol, tinggal ngikutin step berikut :
  1. Begitu tiba di puskesmas, serahkan identitas diri (KTP/SIM) dan kartu asuransi (jika menggunakan asuransi) ke petugas yang ada di Loket 2. Loket ini khusus melayani pasien yang sudah mendaftar melalui jalur online. Setelah itu, tunggu panggilan oleh petugas yang akan menyerahkan printout nomor antrian sebagai bukti bahwa kita pada hari tersebut sudah masuk ke antrian pasien kontrol.
  2. Kalau kalian pengguna BPJS, setelah menerima printout tadi, isi blanko presensi penggunaan fasilitas BPJS yang ada di depan dekat satpam. Blanko warna kuning untuk BPJS Mandiri dan blanko warna pink untuk BPJS PPU (Pekerja Penerima Upah, BPJS didaftarkan oleh tempat bekerja).
  3. Selesai mengisi presensi, duduk manis dan tunggu di dekat Poli KIA, sampai namamu dipanggil oleh petugas. Kalau sekiranya kalian sudah menunggu terlalu lama, jangan ragu untuk konfirmasi ke petugas yang jaga Poli KIA ya, siapa tau kalian nggak denger panggilan dan terlewat.
  4. Kalau sudah dipanggil oleh petugas Poli KIA, kita akan dicek berat badan, lingkar lengan, dan tensi. Jangan lupa untuk sampaikan keluhan yang dirasakan kalau ada.
  5. Setelah selesai pengecekan awal, duduk manis lagi untuk menunggu dipanggil masuk ke ruang pemeriksaan Poli KIA untuk bertemu dengan bidan atau dokter.
  6. Yang terakhir, sabar, kalau bosan bisa sambil jajan cemilan roti yang dijual sama ibu-ibu keliling 😁

Wajib ANC Terpadu

Sewaktu pertama kali mendaftar di puskesmas ini, sebagai pasien baru ibu hamil, kita diwajibkan untuk mengikuti ANC Terpadu (Ante Natal Care Terpadu). Proses ini dilakukan untuk perencanaan antisipasi dan persiapan dini untuk melakukan rujukan kalau amit-amit terjadi penyulit/komplikasi. Prosedurnya adalah ibu yang sedang hamil harus melalui pemeriksaan gigi, cek darah & urin (bagian ini ada banyak hal penting yang diinfokan oleh Ibu Bidan, termasuk Hb, Rhesus, dll) kita juga akan dapat penjelasan hal-hal penting dari kondisi kesehatan badan ibu hamil, konsultasi dengan ahli gizi dan psikolog.

Good Hospitality

Semua bidan maupun petugas medis yang saya temui di Puskesmas Tegalrejo ramah-ramah dan murah senyum. Ibu Bidan juga sabar dan berasa sangat legowo untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pasien, nggak ada rasa ogah-ogahan gitu. Beberapa juga perhatian dan informatif. Untuk standar proses pemeriksaannya nggak pake USG yaa buibuu. Jadi, kalau di puskesmas Ibu Bidan akan mengecek kandungan kita manual pake tangan. Perut bumil kayak dipencet-pencet gitu untuk mencari posisi bayi dan mengukur tinggi fundus. Nah, tinggi fundus ini yang digunakan untuk mengontrol pertumbuhan bayi di dalam kandungan.

"Tapi saya nggak mantep buk kalau periksa nggak pake USG, gimana dong?"


Pengalaman USG di Puskesmas

Kalau kalian pengen periksa pakai USG, di Puskesmas Tegalrejo juga bisa kok, tapi memang harus request dulu sama Ibu Bidan karena alat USG disana nggak banyak, kayaknya juga malah cuman ada 1 apa ya di ruang tindakan lantai 2, dan lagi karena memang pemeriksaan menggunakan USG bukan termasuk ke tahap pemeriksaan standar ya, terkecuali memang ada kondisi khusus.

Biaya untuk USG jika berdasarkan request pasien, terhitung murah banget, cuman Rp 40,000 udah gitu saat proses USG berlangsung, dokternya njelasin detil banget hal-hal penting yang terkait dengan janin. Karena cukup detil itu tadi, jadinya proses USG-nya bisa lama, nggak cuman semenit dua menit, terus udah. Jadinya kita bisa "ketemu" sama jabang bayi agak lama, hihihi. Pengalaman saya dibanding dengan ketika USG di RS Hermina maupun JIH, jauh lebih informatif di puskesmas. Tanpa kita cerewet tanya ini itu, dokter sudah inisiatif menjelaskan 😅 Untuk alat USG-nya sendiri juga udah ok kok, gambar di layar monitor terlihat dengan cukup jelas, nggak banyak bruwetnya. Ah iya, dibanding sama alat yang di RS Sadewa menurut saya kok lebih ok yang di puskesmas malahan, atau mungkin kala itu saya lagi nggak hoki aja dapet alat yang bruwet? 😄


***


Awkaaay, begitu deh singkat cerita pengalaman saya selama kontrol kehamilan di Puskesmas Tegalrejo Jogja. Next, mungkin saya akan share pengalaman persalinan di sini (Aamin, semoga bisa lahiran normal lancar sehat). Fasilitas yang saya dapatkan ini sangat bisa jadi berbeda dengan fasilitas di puskesmas lain ya. Overall, sejauh ini Alhamdulillah nggak ada hal yang mengecewakan dan bikin saya kapok periksa di sini. Mungkin besok si kecil juga bakal lanjut imunisasi di sini seperti Ibuknya dulu, hihihi 😊

Minggu, 07 Juli 2019

body-mist-bali-alus-frangipani-olive-skincare-aman-untuk-ibu-hamil-ajengmas

Aloha! #DiaryBaikHariIni saya pengen sharing kegirangan tadi sore nemuin produknya Bali Alus di Jogja. Sebetulnya perkenalan saya dengan brand Bali Alus ini dimulai sejak mulai kepo-kepo sama produk skincare dan perawatan tubuh yang berbahan aman, alami, dan tanpa bahan pengawet. Pengennya sih, nyobain yang produk lokalan ajah gitu.

Surprisingly, semakin saya kepo sama brand Bali Alus, saya jadi semakin takjub sekaligus penasaran tingkat tinggi, kenapa? Nanti deh saya jabarin di bawah yaa. Cuman sayangnya, rasa penasaran saya kala itu harus terhenti karena bingung mau nyobain produknya dimana kalo di Jogja 😅 Eh, taunya tadi sore nggak sengaja pas belanja di Carrefour Ambarukmo Plaza, saya nemuin display-nya Bali Alus doong di sana, yeeeay 😍 Produk Bali Alus terpampang agak mlompong di Carrefour lantai bawah, hahaha. Banyak item yang udah soldout gitu. Terutama produk body mist, body butter, face spray, cleansing face, cuman tinggal berapa biji dengan varian yang udah nggak lengkap.

Tapi, syukurlah saya masih beruntung kebagian body mistnya, horeeee! Dan IMHO, varian wangi body mist punya Bali Alus menurut saya lebih unik daripada sodaranya si Herbor*st. Sorry to say, pilihan wanginya Bali Alus lebih khas gitu lho rasanya, nggak pasaran. Tanpa babibu, langsung deh saya bawa pulang dua botol body mist yang wangi Olive dan Frangipani, lanjut langsung ke review-nya yah, yuk cussss.

Packaging Body Mist H2O Bali Alus

Kita bahas soal packaging dulu. Menurut saya nggak ada yang istimewa, biasa aja pake banget. Botolnya menggunakan bahan plastik biasa dengan kualitas spray yang biasa juga. Tapi buat saya, justru saya malah suka banget bentuk botol yang begini, karena botol plastik kayak gini kualitas spraynya bisa menyebar luas dengan baik, ini cocok banget karena saya pakai body mist ini ke area badan setelah mandi. Nah, karena ditaruh di kamar mandi juga, dengan bahan plastik gini nggak perlu khawatir pecah ambyar kalo jatuh, haha.

body-mist-bali-alus-frangipani-olive-skincare-aman-untuk-ibu-hamil-ajengmas
Spray-nya menyebar kayak gini. Menurut saya pas sih kalau difungsikan untuk body mist.

"Informasi penting super lengkap tentang produk yang ditempel langsung di kemasan adalah salah satu hal yang buat saya salut dengan brand lokal Bali Alus"


Hal pertama yang buat saya takjub adalah, Bali Alus tampak profesional sekali dengan menunjukkan informasi penting terkait produknya dengan lengkap di kemasannya. Berikut ini daftar info penting yang terpampang langsung di kemasan tanpa ditutup-tutupi :
  1. Nomor BPOM : NA18160602413
  2. Ingredients : Aqua, Plumeriza Alba Flower Oil, Glycerin, Coconut Extract, Tocopherol, Essential
  3. Stamp Halal MUI
  4. Tanggal produksi
  5. Tanggal kadaluarsa
  6. Nomor batch (nomor produksi)
Body mist Bali Alus ini nggak ada segel penutupnya sama sekali, jadi jangan kaget kalau misalkan kalian coba untuk beli online. Sisi positifnya sih, ketika belum pernah tau wangi warian yang mau dibeli di konter, kita bisa numpang cium-cium buat mastiin wanginya cocok nggak. Tapi, kalau untuk pengiriman jauh yang menggunakan ekspedisi, hmm jadi kurang safety ya sepertinya.

body-mist-bali-alus-frangipani-olive-skincare-aman-untuk-ibu-hamil-ajengmas
Informasi super lengkap yang ada di kemasan botolnya.

Non Alcohol, Halal, dan Murah

Alcohol free adalah salah satu syarat utama waktu kemarin saya nyari produk yang aman untuk ibu hamil. Padahal selama ini kita tau bahwa Alcohol semacam jadi bahan pencampur wewangian yang udah umum banget digunakan. Pikiran pertama yang terlintas pasti langsung produknya The Body Shop yang udah terkenal dimana-mana karena campaign-nya yang memang menggunakan bahan dan proses yang alami. Tapi tapi, TBS itu yang pake udah banyak dan dengan harga yang "segitu" body mistnya nggak tahan lama. Alright then, I need another alternative.

"Body mist yang non Alcohol, halal, murah lagi! Semua mbak-mbak dan bu ibu disini harus tau yang beginian, hahaha."


Yeah, perfect combination ya kayaknya? Tapi iya sih, dengan harga yang nggak sampai 50ribu rupiah, ini ekonomis banget menurut saya, meskipun botolnya kecil, cuman 60ml, tapi tetep aja affordable. Di Carrefour Jogja harganya dibandrol 46ribu aja. Bahkan, saya temukan di market place Shopee, ada lho yang jual cuman 26ribu (ini olshop yang lokasinya di Denpasar ya). Kalau di Shopee Mall (which is official store Bali Alus di platform Shopee) produk ini dibandrol dengan harga 40ribuan. Saya pribadi lebih merekomendasikan untuk beli produknya dari official store aja, yang udah pasti jelas original produknya. Dan lagi, mengingat body mist ini nggak ada segelnya sama sekali, hati-hati.

Wangi Tahan Lama

Okay, kali ini kita bahas ketahanan dan karakter wanginya yah. Waktu pas beli, varian Olive cuman tersisa satu botol, varian Frangipani tinggal tiga botol doang. Jadilah makin mantep buat ambil dua varian itu, yang terlintas dipikiran saya waktu itu : "Oh, berarti wangi ini yang paling laris nih" 🤣

1- Frangipani

Saya baru tau kalau bunga Frangipani itu bunga yang biasanya dipakai orang Bali dijepit di daun telinga, a.k.a bunga Kemboja gaes 😂 Kalau di Bali, bunga ini biasa disebut dengan bunga Jepun. Ketika pertama kali saya cium wanginya, malah bukan wangi bunga yang pertama kali terasa, lebih ke wangi buah Mangga tapi lebih soft gitu malahan menurut saya. Biasanya, varian wangi buah Mangga itu kan kerasa banget wangi fresh buahnya, tapi body mist Bali Alus yang Frangipani ini, malah jadi wangi buah mangga yang ada campuran sedikit floralnya, hihi aneh ya? Sama, saya juga merasa wanginya ini unik banget dan justru karena unik ini saya suka. Apalagi dipakai sehabis mandi gitu, rasanya jadi lebih seger. By the way, Bali Alus Body Mist ini juga ada kok varian yang buah mangga kalau mau cobain.

body-mist-bali-alus-frangipani-olive-skincare-aman-untuk-ibu-hamil-ajengmas

2- Olive

Ini varian yang saya paling suka wanginya dan di badan saya ketahanan wanginya lebih tahan lama dibanding varian Frangipani. Cukup mengagetkan sih, di saya bisa bertahan 8 jam, dari pagi sampai sore sepulang kantor, saya masih bisa kecium wangi saya sendiri, hahaha. Eh tapi beneran, saya juga heran, dibanding punya TBS ya, bahkan EDP-nya, body mist Bali Alus ini buat saya jauh lebih tahan lama wanginya.

Wangi Olive ini menurut saya varian wangi yang unisex. Karakter wanginya soft tapi tetep seger. Mmm, kalau ada yang udah pernah cium wangi Herborist Natural Scent Body Spray yang Olive, wanginya jauh banget dari itu, wangi Olive-nya beda. Bali Alus Body Mist ini lebih soft menurut saya. Wanginya itu kayak wangi sabun seger yang dipake habis mandi, nah lho, bisa kebayang nggak ya?

"Dibanding punya TBS ya, bahkan EDP-nya, body mist Bali Alus ini buat saya lebih tahan lama wanginya. Dari pagi sampai sepulang kerja, masih bisa kecium sendiri wanginya."


Oiya, sedikit tips untuk penggunaan body mist, supaya tahan lama. Kalau saya lebih suka pakai body mist seketika setelah selesai mandi. Disemprot ke beberapa titik bagian tubuh : belakang telinga, leher bagian belakang, dada, balik siku-siku tangan maupun kaki, terakhir di pundak; banyak ya? hahaha. Habis itu dilanjut pakai handbody yang wanginya masih sesuai sama body mistnya, jadi nggak harus sama sih, kalau saya lebih suka di mix gitu.


ISO9001 - International Standard for Quality Management Systems

Yaps, surprise yang lain adalah, Bali Alus itu udah certified on good manufacturing practices for cosmetic. ISO9001 adalah standar internasional yang mengontrol bagian persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu. Bukan menjamin soal standar produk ya, tapi harapannya produk yang dihasilkan dari suatu sistem manajemen kualitas internasional, akan berkualitas baik juga produknya. Salut! Go go go produk lokal Indonesia!

body-mist-bali-alus-frangipani-olive-skincare-aman-untuk-ibu-hamil-ajengmas


***

Voila, sekian sedikit review dan rekomendasi body mist pewangi yang aman untuk ibu hamil. Semoga sharing ini bermanfaat yah. Untuk yang penasaran sama varian lain Body Mist Bali Alus, bisa klik link di bagian bawah ini. Ehiya, untuk yang udah pernah cobain wangi varian yang lain, monggo boleh banget di share di kolom komentar, siapa tau meracuni saya juga buat cobain wangi lainnya. Buat yang penasaran dan pengen cobain, bisa order di website resminya (https://www.balialus.com/) atau di Official Shopee Mall (https://shopee.co.id/balialus.id). Untuk varian lainnya, temen-temen bisa cek aja disini https://www.balialus.com/product/view/BODY-MIST-H2O-1


Jumat, 14 Juni 2019


Aloha! #DiaryBaikHariIni melanjutkan perkenalan saya dengan Elsheskin. Setelah kemarin mencoba dan merasa puas dengan first impression produk facial wash dan radiant serumnya (okay, ini kayaknya hutang postingan kedepan, haha), beberapa waktu lalu saya jadi tertarik untuk tau lebih tentang Elsheskin terutama soal treatment di kliniknya.

Sore-sore sepulang kerja, saya menyempatkan untuk mampir ke Elsheskin Clinic yang ada di sebelah timur Jogja, bertempat di Jl. Jogja Town House I, Jl. Nologaten, tepat di pinggir jalan sisi sebelah timur. Kliniknya kecil sih, tapi plangnya cukup besar kok, jadi yaa tetep gampang ditemuin. Kalau kalian kesana pakai mobil, mungkin agak susah buat nyari lokasi parkir yang nyaman.

Baca juga : Beauty Update with Elsheskin Clinic Jogja

Ngintip Elsheskin Clinic Jogja

Begitu masuk ke kliniknya, yang langsung terasa adalah suasana nyaman dan ramah. Setiap pengunjung langsung disapa ramah oleh mbak-mbak frontliner yang bertugas di Customer Service. Nuansa merah, hitam, dan putih mendominasi interior ruangan, bikin trasa banget "Elsheskin"-nya lengkap dengan display tester semua produk makeup dan skincare yang mereka punya 😊 Ruangannya dingin, terasa clean, ada sofa besar yang empuk untuk duduk menunggu, dan tersedia minuman lengkap sama camilan juga.

elsheskin-holywood-laser-peel-review-ajengmas
Credit photo to Instagram Elsheskin Clinic
Kalau untuk ruangan treatment dan konsultasi dengan dokternya ada di lantai atas. Mmm, cukup sempit sih 😅 untungnya sewaktu kemarin saya kesana udah sore dan suasananya nggak terlalu rame. Meskipun sempit, tapi tetep nggak mengganggu kalau buat saya, yang paling penting lagi-lagi tetep bersih, AC-nya dingin, nggak bau apek ruangannya, dan dengan fasilitas yang udah mencukupi untuk sebuah klinik kecantikan dan privasi kita tetap terjaga karena meski berada dalam satu ruangan dengan yang lain, kita terbatasi tirai besar di kanan kiri.

elsheskin-holywood-laser-peel-review-ajengmas


Alur Treatment di Elsheskin Clinic

Di Elsheskin kita bisa reservasi via telpon terlebih dahulu, jadi membantu banget untuk menghindari menunggu antri terlalu lama. Nah, berhubung saya kala itu adalah pelanggan baru, sewaktu tiba disana langsung disodori form untuk pendaftaran awal. Di form tersebut kita diminta untuk mengisikan data awal perkiraan gimana kondisi kulit wajah kita.

elsheskin-holywood-laser-peel-review-ajengmas

Setelah selesai registrasi, saya diminta untuk menunggu konsultasi dengan dokter dermatologi atau ahli estetika. Prosedur ini adalah prosedur standar yang akan dilakukan ketika mau treatment. Nah, sewaktu ketemu dengan dermatologist, hal yang pertama kali dilakukan adalah pengecekan kondisi wajah dengan menggunakan skin analyzer atau skin cek. Dari hasilnya, kita bisa tahu bagaimana kondisi kelembapan kulit kita apakah termasuk kulit kering, normal, berminyak, atau kombinasi. Nah, misalkan berjerawat juga bisa diketahui tuh jerawatnya tergolong ke jenis jerawat yang seperti apa. Saat konsultasi dengan dermatologist inilah kita bisa sepuasnya tanya dan curhat seperti apa kondisi wajah yang kita perlukan dan inginkan. Hehe, jadi nggak bisa sembarangan asal nentuin treatment yah, tetep harus sesuai dengan kebutuhan kulit.

elsheskin-holywood-laser-peel-review-ajengmas

Hasil skin cek dan konsultasi menunjukkan kalau permasalahan kulit wajah saya hanya di bagian bekas jerawat dan flek hitam. Untuk kondisi kelembapan kulit sih Alhamdulillah masih tergolong lembap. Maka dari itu dokter menyarankan saya untuk mengambil treatment Holywood Laser Peel yang memang bermanfaat untuk membuat wajah menjadi glowing, cerahkan wajah, mengecilkan pori – pori, dan merejuvenasi kulit.

Dari ruang konsultasi, lanjut pindah ke ruang treatment untuk dilakukan tindakan. Sayangnya di ruang treatment kemarin, saya kesulitan untuk mendokumentasikan gimana keadaan ruangan treatment di Elsheskin karena yaaa itu tadi, ukurannya cukup sempit, jadi agak sulit untuk mengambil angle yang pas.

Holywood Laser Peel Treatment by Elsheskin

Step pertama tentu saja wajah kita dibersihkan menggunakan cleanser. Setelah wajah bersih, lanjut dengan pengolesan Cream Carbon yang berfungsi sebagai penghantar laser agar dapat mencapai ke lapisan dalam kulit. Setelah diolesi Carbon diminta menunggu beberapa saat untuk memberi waktu si carbon tadi mengering dan meresap. Habis itu baru dilakukan tindakan menggunakan alat laser tadi. Saat tindakan laser, seperti ini prosesnya :


Ada sensasi yang berbeda yang saya rasakan di tiap proses Holywood Laser Peel ini. Yang paling berasa sewaktu Cream Carbon mulai dibersihkan dengan cara kayak ditembaki gitu.  Ada rasa clekit-clekit sedikit tapi nggak sampai yang menyakitkan. Masih di taraf biasa aja, nggak sampai yang bikin nahan nangis, hehe. Treatment ini juga termasuk cepet banget ternyata, ini yang paling bikin nggak nyangka 😆 Saya kira bakalan menghabiskan waktu berjam-jam, ternyata cuepet buanget, sekitar 15-20 menitan doang. Ini cocok banget buat yang butuh perawatan karena harus menghadiri perhelatan mendadak.

"Penanganan laser treatment di Elsheskin dilakukan langsung oleh Dokter Dermatologi yang sudah profesional."

Setelah treatment selesai, langsung berasa wajah tuh ringan, bersih gitu rasanya, halus berasa pengen ngelus-ngelus terus. Dari tindakan pertama aja udah kerasa efeknya di saya positif dan ternyata treatment ini boleh dilakukan berturut-turut dengan jeda waktu dua 2 minggu.

"Langsung bisa terasa tekstur kulit wajah lebih baik, lebih halus mulus, dan berasa moist kenyel-kenyel, hahaha. Sehabis treatment juga nggak boleh langsung cuci muka pakai facial wash, harus nunggu minimal 2 jam dulu."

Saya pribadi merasa puas nyobain treatment di Elsheskin Clinic ini. Lengkap sudah lah berarti, kemarin sempat nyobain produknya cocok, sekarang nyobain treatmentnya juga langsung kerasa positif hasilnya. Untuk biaya treatment laser seharga 499ribu rupiah, ini worth to try sih. Bonus untuk yang pengen ngintip price list perawatan di Elsheskin per-Mei 2019, bisa ditengok disini yah :

elsheskin-holywood-laser-peel-review-price-list-harga-ajengmas
Klik gambar untuk memperbesar yah

Ooowkaay, sekian cerita pengalaman perdana nyobain treatment di Elsheskin Clinic Jogja. Buat yang udah pernah nyobain Holywood Laser Peel ini atau udah treatment yang lain dan ngerasain efek yang sama pasca treatment, share di kolom komentar yaah 😉 Bagi yang masih belum, bisa lakukan reservasi di nomor (0274) 2801406 sebelum jam 19:00. Terimakasih sudah bersedia mampir membaca, salam.

Rabu, 08 Mei 2019


#DiaryBaikHariIni, setelah lama kudet tentang dunia beauty, akhirnya saya berkesempatan untuk bisa nambah ilmu lagi. Beberapa waktu yang lalu, berbekal dari halaman feed Instagram temen-temen, saya baru tau kalau ternyata sekarang ini banyak sekali tempat treatment kecantikan kulit baru di Jogja. Salah satunya Elsheskin Aesthetic Clinic Jogja. Ini salah satu tempat perawatan kulit wajah dengan pilihan treatment beragam yang juga sekaligus punya produk kecantikan.

Nah, kemarin Jumat ini saya bersama dengan teman-teman dari komunitas JogjaBloggirls diundang di acara Sparkling Beauty Fest, yang diselenggarakan di Hartono Mall (acara ini masih terselenggara sampai dengan tanggal 12 Mei 2019), Elsheskin menjadi salah satu produk yang paling menarik untuk dikulik lagi buat saya. Karena, dengan mengusung tema #WeLoveThePlanet, di acara Beauty Fest mereka tidak hanya mengedukasi kita mengenai kecantikan kulit wajah aja, tapi juga sekaligus melakukan kampanye tentang kesehatan lingkungan.

Beauty Talkshow



Elsheskin Clinic menghadirkan Dr. Mita, SpKK (Board Certified Dermatovenereologist) sebagai narasumber yang sharing banyak hal soal bagaimana kita mengerti dan menjaga kesehatan kulit wajah. Untuk menjaga kesehatan kulit wajah, hal yang terpenting adalah bagaimana kita memenuhi asupan nutrisi yang cukup dari dalam. Jadi, nggak hanya ngelus-elus bagian luar aja, tapi dari dalam kulit juga harus dirawat gaes 😁 Seringkali kan kita hanya fokus pakai produk ini itu yang segambreng, tapi lupa kalau asupan makanan nggak kita perhatikan juga, padahal keduanya sama-sama punya peranan penting untuk kulit sehat.

Untuk perawatan kulit wajah, Elsheskin Clinic ternyata punya banyak sekali pilihan treatment. Mulai dari yang paling standar, sampai dengan yang advanced.

1 - Silk Peel Treatment

Ini treatment yang cocok buat kalian yang lagi butuh memperbaiki kondisi kulit wajah kusam. Treatment ini bermanfaat untuk memperbaiki hidrasi kulit dan lapisan kulit wajah, sekaligus membersihkan komedo yang berlebih. Mungkin kalian udah cukup sering denger treatment ini ya diluaran sana? Tapi untuk di Jogja, kabarnya Elsheskin jadi pelopor yang pertama kali menyediakan treatment jenis ini lhuh, whoaaa 👌 

2 - Pro Yellow Laser Treatment

Buat yang usianya udah mau otewe 30-an ke atas (kayak saya nih), sering khawatir tentang masalah penuaan dini pada kulit. Nah, salah satu perawatan kulit untuk mencegah penuaan kulit yaitu dengan melakukan skin rejuvenation (peremajaan kulit). Pro Yellow Laser ini adalah treatment dengan menggunakan sinar laser yang mempunyai 2 target warna cokelat dan merah. Treatment ini berfungsi untuk meratakan kembali warna kulit. Manfaat lainnya, kasus salah treatment yang mungkin menyebabkan pelebaran pembuluh darah bisa juga diatasi.

3 - Venus Viva Treatment

Jerawat udah berhasil disembuhin, tapi bekasnya? Hmmm, bingung sama bekas jerawat yang nggak kunjung memudar? Kalian bisa juga cobain treatment ini karena salah satu manfaatnya adalah memicu regenerasi kulit. Nah, bekas jerawat yang mungkin tadinya dalem gitu bisa dibantu untuk diratakan kembali permukaan kulitnya melalui treatment ini. Venus Viva adalah generasi terbaru pelapisan kulit dengan teknologi Frekuensi Radio Nano Fractional yang menjadi solusi non-bedah untuk pelapisan kembali kulit dengan memperbaiki tanda-tanda kerusakan kulit.

Selain treatment di atas, Elsheskin juga menyediakan treatment yang advanced berupa transformasi wajah. Yap, kalian bisa nyobain filler, thread lift, maupun botox wajah disini. Semua treatment tersebut bisa kalian cobain asalkan...balik lagi nih...kulit kalian memang membutuhkannya. So, nggak sembarangan. Tetep aja harus dicek dulu apakah kondisi wajah kalian memungkinkan untuk dilakukan treatment tersebut.


Dari Dr. Mita saya jadi paham, kalau ternyata selama ini ada proses penting yang selalu saya lewatkan sebelum saya melakukan treatment wajah, yaitu pengecekan kondisi kulit di awal sebelum melakukan treatment. Jeeengg...jenggg...hahaha 😂 selama ini kalau saya mau treatment, biasanya cuman langsung lihat menu pilihan terus mengawang-ngawang, berkhayal, dan langsung cus pilih perawatan yang mana, omaaaayyy, fatal! Jadi nih, kalau di Elsheskin Clinic, sebagai standar proses treatment, wajah kita akan dicek dulu bagaimana kondisinya, baru setelah itu kita akan direkomendasikan untuk melakukan treatment yang mana yang sesuai dengan kondisi terkini kulit kita. So, nggak asal pengen putih! pake ini! nggak gitu yaa gaes 😅

Pilihan lengkap untuk kebutuhan kulitmu, di www.elsheskin.com
Untuk kalian yang mungkin penasaran sama produknya Elsheskin itu ada apa aja, boanyak gaes! 😆 Bisa cus langsung ngubek di website mereka aja : www.elsheskin.com - Di menu product, kalian bisa temuin banyak jenis pilihan yang sudah dikategorikan sesuai dengan jenis kondisi kulit kita. Ada yang untuk acne treatment, lightening, oily, dan masih banyak lagi.


Campaign We Love The Planet

Hal yang menarik lainnya di acara beauty fest kemarin, di booth Elsheskin kita bisa turut serta melakukan campaign lingkungan. Caranya dengan menukarkan 3 sampah kering & bersih yang kita punya untuk ditukarkan dengan produk dari Elsheskin. Kalian bisa bawa sampah botol bekas skincare, atau tube bekas facial wash, anything. Produk yang bisa kalian bawa pulang gratis yaitu nail polish dan facial wash (tentunya dengan jenis yang sesuai dengan kulit wajah kalian).

The most pleasant thing is...kami semua member JogjaBloggirls dikasih oleh-oleh goodie bag yang isinya...hmmm kayaknya lebih seru kalau dibahas sekalian sharing reviewnya aja deh ya? 😋 Terimakasih Elsheskin sudah bersedia mengajak saya untuk join di event kece ini. Terimakasih juga untuk sobat JogjaBloggirls yang selalu ngasih kesempatan untuk update ilmu. Sampai jumpa di postingan selanjutnya yaaah!


Pinterest

Instagram

Diary Baik Hari Ini. Theme by STS.