Diary

9 Oktober 2021


Ada pemandangan menarik di Ruminate malam ini. Sudah jam 20:00 tapi semangatku belum juga muncul. Padahal hari ini sudah tanggal 9 Oktober 2021. Waktu terus menipis, tapi ku berdoa semangatku semoga segera kembali lagi. Lalu, tanpa sengaja kudengar suara seseorang dari meja seberang. Sepertinya dari seorang ibu paruh baya usia sekitar 30-an yang sedang duduk sendirian di depan laptopnya membelakangiku. Dari meja tempatku yang masih tak bersemangat itu, terlihat ada handphone yang berdiri disangga menggunakan tas kecilnya. Dari layar handphone itu, bisa terlihat ada anak laki-laki kecil yang sepertinya entah sedang belajar atau mengerjakan PR di rumah. Dari mejaku itu, kudengar ibu-ibu tadi bilang ke lelaki kecil di dalam layar handphone : "Kenapa? Udah ngantuk mulai ya?".

Kulihat sesekali ibu tadi melihat dengan cermat slide demi slide presentasi yang ada di layar laptopnya. Sepertinya ibu itu juga sedang belajar. Semangat seorang ibu. Ya Allah, apapun yang sedang diperjuangkan ibu itu, mudah-mudahan semangatnya bisa terus membara sampai dengan selesai. Close tabs, yok bisa yok Ajengmas, sedikit lagi.

26 September 2021


Sebetulnya sudah lama ingin berbagi pengalaman melahirkan di puskesmas. Tapi ternyata sampai saat ini yang namanya membagi waktu dan tenaga dengan baik itu masih harus terus belajar, hehe. 

Tahun 2021 nggak kerasa udah berjalan beberapa bulan. Nggak kerasa juga, si kecil nak mbarep saya sudah berusia setahun lebih. Puji syukur Alhamdulillah dengan segala hal yang datang pada keluarga kecil kami di dua tahun terakhir. Memang, apapun yang sudah ditetapkan oleh-Nya akan selalu indah pada waktunya. Siap tak siap, semuanya adalah sebuah jawaban terbaik yang tentunya juga disertai dengan tanggung jawab. 

Perjalanan kehamilan sempat sedikit saya ceritakan di blog ini juga. Sejak dulu saya selalu punya pemikiran bahwa segala hal yang secara alamiah memang harus dijalani, ya sudah dijalani saja apa adanya tanpa bumbu-bumbu drama tambahan. Mungkin, itu yang kemudian membawa saya menjalani masa-masa kehamilan dan melahirkan yang rasanya seperti...ya sudah begitu, ayok dilalui saja. Tanpa mual, tanpa ngidam, cuman satu yang paling kerasa, tambah gampang ngantuk, hehe. Lelah lemes? Ya lelah yang wajar aja, namanya juga hamil, tentu kondisi tubuh tidak se-prima ketika nggak hamil. 

Alhamdulillah, saya diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa melahirkan secara normal anak pertama di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta. Semuanya serba pertama. Semuanya hanya berawal dari apa yang dibayangkan ketika membaca artikel, jurnal ini itu, atau menonton video dari ibu-ibu lain yang sudah dengan baik hati berbagi ilmu dan pengalaman mereka. Dan kali ini saya juga ingin berbagi pengalaman melahirkan di puskesmas. Dulu tak sedikit juga ternyata yang mempertanyakan, kenapa di Puskesmas? Kok berani ya, apalagi anak pertama? Hmm, kenapa tidak?

Kenapa memilih melahirkan di Puskesmas?

Bagi saya pribadi, alasan pertama tentu saja karena kondisi kandungan dan perjalanan kehamilan saya yang Alhamdulillah baik-baik saja dan semua hal yang menjadi syarat untuk bisa lahiran secara normal sudah terpenuhi, tidak ada tanda-tanda kegawatan yang muncul selama itu. Kedua, puskesmas ini mempunyai fasilitas kesehatan 24 jam yang memenuhi untuk bisa melayani proses persalinan. Ketiga, jarak tempuh dan akses jalan Magelang yang lengang dari rumah saya hanya kurang dari 6 kilometer. Keempat, karena saya punya alasan yang sedikit sentimentil untuk memilih Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta. Kelima, dan bagi saya ini satu hal yang tak kalah penting untuk dipertimbangkan bagi ibu yang akan melahirkan, adalah chemistry dengan lingkungan di Puskesmas Tegalrejo ini lah yang semakin memantapkan hati saya untuk melakukan persalinan disini.

Singkatnya, ada 5 hal yang jadi pertimbangan saya untuk melahirkan di puskesmas Tegalrejo :
  1. Kondisi kandungan dan perjalanan selama kehamilan baik-baik saja, memenuhi kriteria untuk lahiran secara normal
  2. Puskesmas Tegalrejo punya fasilitas kesehatan 24 jam melayani persalinan
  3. Jarak tempuh <6 kilometer
  4. Alasan sentimentil
  5. Chemistry dengan lingkungan puskesmas (bidan, pelayanan, ruangan, dll)

Dari mana chemistry itu didapatkan? Tentunya nggak cuman sehari dua hari untuk bisa mengetahuinya. Saya sudah beberapa kali mengunjungi puskesmas ini, sembari kontrol kehamilan, saya coba berjalan mengelilingi setiap sudut di sana. Melihat dan mencoba berinteraksi dengan petugas medis yang ada di puskesmas. Menyempatkan waktu untuk bercakap-cakap dengan bidan dan perawat, sembari memperhatikan bagaimana atmosfir tempat itu dengan saya. Feeling, ya, kala itu rasanya saya benar-benar menyerahkan perasaan saya, dengan tentu saja tetap melibatkan logika dan nggak waton gobras gabrus.

Pendaftaran persalinan di Puskesmas Tegalrejo

Pendaftaran persalinan di puskesmas dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelum HPL tiba. Kalau di Puskesmas Tegalrejo, kita bisa mendaftar untuk persalinan H-2 bulan sebelum HPL. Bu ibu bisa mengisi form pendaftaran secara online melalui tautan berikut ini bit.ly/Dalin_Tejo. Kalau dulu kebetulan saya mendaftar langsung di ruangan petugas persalinan (di lantai 2) karena kala itu bertepatan saya kontrol hamil juga. Setelah mengisi form pendaftaran, petugas di sana menjelaskan dan memberikan secarik kertas yang berisi daftar barang-barang pribadi apa saja yang harus dibawa sendiri oleh pasien ketika ingin melakukan persalinan di puskesmas.

Si Kecil yang memilih kapan Ia ingin lahir ke dunia ini

Kala itu, waktu perkiraan persalinan saya sudah lewat seminggu. Bahkan, di hari yang tadinya diperkirakan saya akan melahirkan, saya masih masuk kerja, hahaha. Masih inget banget waktu di kantor ada teman yang tanya: "Jeng, perutmu udah keliatan gede banget, kapan HPL-nya?".........Saya jawab, "Hari ini", sembari nyengir. Lalu percakapan berakhir dengan hahaha yang awkward. Iya, saya memang pengen ambil cuti mepet, semepet-mepetnya dengan hari persalinan. Tentunya ya biar bisa menikmati waktu bersama si kecil lebih lama sebelum besok harus kembali bekerja. Dan ternyata Allah Yang Maha Kuasa mengabulkan keinginan itu.

Laki-laki atau perempuan; Sabtu atau Minggu; Siang atau malam; dan untuk segala hal yang jawabannya murni kehendak Yang Maha Kuasa, saya tak pernah berani untuk mencoba ngarani ini dan itu.

Selalu memanjatkan doa, agar jabang bayi selalu sehat, lengkap, dan kuat tanpa kurang. Sampai pada akhirnya sudah lewat hampir dua pekan, tentu saja hati ini mulai jadi khawatir. Bapak suami sudah mulai ancang-ancang, tapi apa boleh buat kala itu si bapak masih harus menjalani Ujian Akhir Semester. Si kecil tak kunjung memberikan tanda-tanda kehadirannya. Saya jadi berprasangka, jangan-jangan ini nak mbarep sengaja nungguin bapaknya selesai semua urusan kuliah? Hmm...alhasil selepas sholat Isya, saya ajak dia bicara sambil elus-elus perut besar saya ini. "Nak, kalau sudah pengen ketemu ibu dan bapak, ayok. Mau sekarang, mau nanti, atau mau besok, ayok kami insyaAllah sudah siap. Bapak sama Ibu juga udah pengen ketemu. Tenang aja, ndak usah nungguin bapak selesai ujian, bapak udah ijin kok. Tapi, ini Ibu nggak bermaksud maksa lho ya. Ibu manut, ikut nak mbarep pengennya lahir kapan".

"Nak, kalau sudah pengen ketemu ibu dan bapak, ayok. Mau sekarang, nanti, atau mau besok, ayok...ibu dan bapak siap..."


Puji Tuhan, lagi-lagi, waktu yang sudah ditetapkan oleh-Nya akan selalu indah pada waktunya. Selepas sholat Isya saya ajak ngobrol jabang bayi kecil ini di dalam perut, selang beberapa jam, tepatnya jam 03:00 dini hari, saya mulai kontraksi. Subhanallah. Nggak pernah tau dengan pasti gimana yang namanya kontraksi sebelumnya. Cuman bisa ngebayangin, mengira-ngira dari cerita ibu-ibu di Youtube, dan lagi-lagi feeling. Ya, beneran semuanya soal feeling dan mendengarkan apa kata hati. Mulai dari kontraksi yang rasanya ceklit-ceklit dengan jeda waktu sejam, setengah jam, sampai dengan akhirnya mulai konstan terjadi tiap 5 menit. Jam 08:00 setelah sarapan bubur, tiba-tiba, saya muntah, hoek keluar semua lah itu bubur ayam Gasibu. Untuk kali pertama selama saya hamil, akhirnya saya ngalamin muntah juga. Feeling saya seketika itu langsung minta bapak suami untuk berangkat ke puskesmas, sekarang juga pak!

Proses persalinan di puskesmas

Setibanya di puskesmas, tentu saja saya langsung dipersilahkan menuju ruang persalinan dan dilakukan pengecekan awal. Ruang persalinan di Puskesmas Tegalrejo seingat saya bisa menampung hingga 2 atau 3 pasien (sebelum pandemi ya). Satu hal penting yang menjadi catatan, ketika saat itu ada lebih dari 1 ibu hamil yang juga butuh ruang persalinan, kita harus berbagi ruangan dengan ibu hamil lainnya 😊 Untuk saya sih itu nggak jadi masalah, tetap ada sekat yang membatasi juga kok, tapi kan kembali lagi, bisa jadi hal ini membuatmu nggak nyaman. Jadi, sewaktu menjalani proses kontraksi menunggu bukaan membesar, di tempat tidur sebelah ada ibu-ibu lain yang juga sedang menunggu bukaan. Selain itu, saya tidak ingat lagi detailnya seperti apa, kala itu pikiran saya cuman fokus konsentrasi buat menahan rasa sakit 😂 Wis ra kober ngopeni liyane, wkwkwkw.

Oiya, di Puskesmas Tegalrejo tidak ada kelas untuk fasilitas bangsal (ruang perawatan) yaa bu ibu. Semua pasien baik itu pasien umum, BPJS, atau jaminan kesehatan lain akan mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang sama. 

Ternyata, setibanya di puskesmas, kondisi saya dinyatakan baru bukaan 2. Hmm, masih bukaan kecil ternyata. Untungnya, oleh bidan di Puskesmas saya diminta tetep stay disana, di ruang persalinan. Mungkin karena kala itu saya pasien pertama yang datang apa ya? Mungkin, bisa jadi.

Nah, ini nih proses yang luar biasa rasanya. Menemani si kecil mencari jalan lahirnya sambil terus mengiringi prosesnya dengan sabar dan doa. Di kepala saya saat itu fokusnya hanya satu, saya harus kuat, mbuh piye carane, MPC! Terus menerus mengafirmasi diri dengan hal-hal positif pokoknya.

Bertahan sampai dengan bukaan 8, air ketuban sudah mulai keluar. Ujian mental dan tenaga silih berganti satu per satu. Di satu sisi harus menahan diri gimana caranya biar nggak ngeden, tapi di sisi lain ternyata pun saya nggak bisa kontrol semua itu sepenuhnya. Ada perasaan rasa bersalah yang kala itu merasa tidak mampu menjalankan tugas kecil untuk menahan ngeden saja terus muncul di kepala saya. Pada akhirnya yang bisa dilakukan ya pasrah terus berdoa, merelakan sepenuhnya pada Allah SWT.



....saya lanjutkan di postingan berikutnya ya,
udah berasa kepanjangan ini soalnya, hehe.
Monggo, silahkan lanjut ke sini.

6 September 2021

wonderland-indonesia-alfy-reff-novia-bachmid
Hasil tangkapan layar dari video Wonderland Indonesia

Teman-teman baik pasti udah pernah nonton video Wonderland Indonesia yang sempat viral dan jadi trending topic di YouTube ini kan? Jikalau masih belum, harus nonton deh, serius, video ini bener-bener memukau dengan segala keindahan unsur budaya Indonesia yang dibawa di dalamnya. Alur cerita, sinematografi, ditambah aransemen lagu dan musiknya, aduh, langsung bikin jatuh hati, sekaligus merasa bangga; bangga Indonesia punya anak muda yang spiritnya seperti ini.

Saya memang sudah subscribe YouTube channelnya Alffy Rev sejak lama. Begitu notice ada trailer videonya Wonderland Indonesia (yang itu aja udah bikin merinding) makinlah menanti-nanti pengen banget segera bisa nonton full videonya. Meskipun bukan penikmat lagu EDM, tapi karya-karyanya yang sering membawa lagu-lagu daerah Indonesia selalu jadi playlist favorite yang saya dengarkan bersama anak balita saya yang saat ini belum genap 2 tahun. Nak lanang selalu duduk diam manis sambil konsentrasi melihat video-video Alffy diputar, sesekali dia jingkrak jingkrak kalo pas dapet tempo lagu yang cepat. Saat ini, Wonderland Indonesia jadi video terfavorite kami, yang sebelumnya jatuh ke video berjudul Epic Medley of Indonesian Cultures by Alffy Rev.


Tulisan ini saya buat sebagai catatan. Karena entah kenapa, saya selalu auto ikutan nyanyi setiap nontonin Wonderland Indonesia (dan masih suka salah salah mulu sama liriknya) alhasil, kenapa nggak saya catat saja di blog dan tinggal buka tulisan ini ketika saya mau karaokean? 😂 Nggak seru tau kalo nyanyi tapi liriknya salah mulu, betul tidak bu ibu?? Hahaha. Yaa semoga catatan kecil ini bisa bermanfaat, minimal supaya bu ibu yang sudah semangat pengen nyanyi melepas lelah bisa lancar mengeluarkan suara terbaiknya tanpa salah lirik ketika nonton Wonderland Indonesia.

Lirik lagu yang saya catat disini hanya lirik lagu daerah yang ada di video Wonderland Indonesia ya. Kesemua liriknya itu diambil sebagian-sebagian saja kalau di videonya. Jadi, ini bukan lirik lagu full dari lagu-lagu daerah. Saya cuplik hanya yang diperdengarkan di video Wonderland Indonesia saja. Tapi tenang, jika teman-teman penasaran dengan lirik lengkapnya, bisa googling saja berdasarkan judul lagunya, sudah banyak sekali yang posting kok. Ini sudah saya urutkan juga, wis pokoknya tinggal buka, tinggal nyanyi, sip!



Kotabaru gunungnya Bamega

Bamega umbak manampur di sala karang

Umbak manampur di sala karang

 

Batamu lawanlah adinda

Adinda iman di dada rasa malayang

Iman di dada rasa malayang

1. Paris Barantai (Kalimantan)
cipt:  H. Anang Ardiansyah

Sayang-sayang, si Patokaan

Matego-tego gorokan, sayang

Sayang-sayang, si Patokaan

Matego-tego gorokan, sayang

2. Si Patokaan (Sulawesi Utara)
cipt: N.N

Sajojo, sajojo

Yumanamko misa papara

Samuna muna-muna keke

Samuna muna-muna keke

3.Sajojo (Papua)
cipt: R.H. Hardjosubroto

Soleram soleram soleram anak yang manis

Anak manis janganlah dicium sayang

Kalau dicium merahlah pipinya

4. Soleram (Riau) 
cipt: Muhammad Arief

Kampuang nan jauh di mato

Gunuang Sansai Baku Liliang

Takana Jo Kawan, Kawan Nan Lamo

Sangkek Basu Liang Suliang

5. Kampuang nan Jauh di Mato (Sumatera Barat)
cipt: Oslan Husein

Jangi janger

Sengsengin….sengseng janger

Sengsengin….sengseng janger

serere nyoman ngeyorin

kelap – kelap ngalap bunga

 

Arasijang krangi janger, arasijang krangi janger

Arasijang krangi janger, arasijang krngi janger

6. Janger (Bali)
cipt: I Gede Dharna

Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang

Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang

Sukuna ranggaos reujeung pamatukna ngeluk

Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk

7. Manuk Dadali (Jawa Barat)
cipt: Sambas Mangundikarta

Mana dimana anak kambing saya

Anak kambing tuan ada di pohon waru

Mana dimana jantung hati saya

Jantung hati tuan ada di Kampung Baru

8. Anak Kambing Saya (Nusa Tenggara Timur)
cipt: Ibu Sud

Tak lelo, lelo, lelo ledhung

Cep meneng ojo pijer nangis

Anakku sing ayu rupane

Dadiyo pendhekaring bongso

9. Lelo Ledhung (Jawa Tengah)
cipt: Markasan




** Teman-teman, ternyata ketika tulisan ini diakses lewat gadget, tabel yang berisi judul lagunya nggak kelihatan ya? Maaf ya, ini masih saya cari-cari lagi gimana caranya biar bisa tetep muncul dan terbaca.

Selanjutnya ada lagu kebangsaan Bagimu Negeri yang dinyanyikan dengan penuh haru biru. Rasanya setiap melihat scene ini di videonya, hati saya ikut bergetar. Eh, tapi banyak adegan di scene video Wonderland Indonesia itu bikin hati bergetar juga, baguuuss bangeeet pokoknya ih.


Terimakasih untuk Alffy Rev dan tim yang sudah membuat karya seindah ini. Terimakasih untuk Novia Bachmid atas suara merdunya yang berhasil menyentuh hati. Tak hanya suaranya, parasnya pun juga, begitu pas membawakan baju-baju khas dari berbagai suku di Indonesia. Ah, saya sebagai emak-emak jatuh hati meleleh melihat hasil karya indah kalian, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menjaga semangat positif kalian, memberikan energi untuk kalian agar bisa terus amanah berkarya untuk Bangsa Indonesia. Aamin ya robbal'alamin 🙏


Indonesia is not just wonderful
Indonesia is a wonderland

26 Juli 2021


I wish that you had a lot of friends, Ha Rang. A lot of your peers
Eventually, My friends were the ones that protect me by my side
Later, when you get old, your Mom, you won't be able to hide behind her  
But my friends, They understand me a lot, like mother did
So while you're in school, be good with them, meet the other new ones
That will be an important asset for you

11 Juli 2021


Jadilah orang yang baik, berbuatlah yang baik, niscaya kebaikanmu adalah satu-satunya alasan pertolongan akan datang kepadamu.

Dalam satu waktu saya mendapati kabar duka yang datang dari teman dekat saya sewaktu SMA. Sedih, sesak, dan rasanya seperti terhenyak seketika. Kepergiannya tentu semua sudah takdir yang tersurat. Namun, kepergian tetaplah kepergian, yang pasti realitanya tak akan dengan mudah diterima bagi yang ditinggalkan. Saya hanya bisa berdoa dari kejauhan, berdoa untuk ampunan dan tempat terindah di sisi Allah SWT. Berdoa untuk kekuatan, keikhlasan, dan kelapangan hati bagi keluarganya yang masih dalam keadaan perasaan yang sungguh berat. 

Teman sebangku selama 3 tahun sewaktu SMA. Teman yang dulu setiap pagi selalu beriringan berangkat ke sekolah bersama-sama. Teman runtang runtung. Teman bolos. Teman yang jadi saksi betapa borosnya saya dulu setiap ke Stroberi Galeria Mall. Teman yang sudah banyak kisah dan cerita kami bagikan kala itu. Hingga pada di satu waktu, di satu fase, perjalanan hidup membuat kami menjadi berjarak. Bukan karena suatu masalah, bukan karena sudah tidak saling cocok lagi. Hanyalah seperti umumnya kisah pertemanan yang lain, akan ada persimpangan hidup yang membuat kita masing-masing berjalan di jalan kita sendiri, jalan yang tak lagi sama.

8 Juli 2021 - Nafiah Suciyati, saat ini InsyaAllah engkau sudah damai dan tenteram di sisi Allah SWT, di tempatNya yang terindah. Insyallah khusnul khotimah. Semoga Allah SWT menerima segala amal kebaikanmu selama ini. Terimakasih sudah hadir menjadi teman yang baik di sebagian fase dalam hidupku. Terimakasih atas kesederhanaanmu yang tanpa kausadari menjadi pengingat untukku. Aku akan selalu ingat hidung merah yang jadi ciri khasmu kala dulu. Peluk erat dari jauh untukmu yang sedang tersenyum manis saat ini.

1 Juli 2021

cara-menghapus-bitly

Pengalaman mencari cara menghapus link Bitly ini muncul sewaktu beberapa waktu yang lalu saat saya menjadi panitia sebuah acara webinar online. Berangkat dari mekanisme pendaftaran online peserta yang ingin mengikuti acara tersebut adalah dengan mengisi data diri melalui Google Form.

Instagram

Diary Baik Hari Ini. Theme by STS.