Hangout

Kamis, 08 Juli 2021

roti-kolmbeng

Roti kolmbeng adalah roti dari jaman dulu yang punya cita rasa khas manis legit rempah-rempah dengan taburan kacang yang diiris tipis di atasnya. Tekstur roti kolmbeng itu bisa dibilang unik. Saat digigit, dari luar seperti renyah, tapi begitu sampai tengah, berubah jadi empuk gitu tekstur rotinya. Menurut lidah saya sih, ada rasa manis cengkeh yang sedikit dominan di roti kolmbeng ini. Padahal, bahan dasar untuk membuat roti kolmbeng ini sederhana sekali. 

Roti kolmbeng terbuat dari campuran tepung tapioka, gula, telur, dan ragi. Rasa legit dari roti kolmbeng ini terpengaruh dari proses pembuatan roti kolmbeng yang dibuat dengan cara tradisional, masih menggunakan tungku dari gerabah. Makanan yang proses masaknya masih menggunakan tungku gerabah atau anglo itu biasanya memang rasanya jadi lebih miroso, persis seperti bakmi jawa. Coba deh, kalo masak bakmi jawa atau mie thokthok itu nggak pakai anglo, yakin pasti nggak miroso rasanya.

Kolmbeng itu konon katanya berasal dari kata kolo (jaman) + mbiyen (dahulu)

Asal muasal roti kolmbeng hingga saat ini masih menjadi tanda tanya. Namun, roti ini sudah ada sejak jaman Indonesia masih dijajah Belanda. Waktu itu, roti kolmbeng sangat populer di kalangan masyarakat jelata di daerah Jawa. Roti kolmbeng biasanya hadir di acara-acara spesial seperti nikahan atau sewaktu prosesi nyadran. Selain di Jawa, roti kolmbeng juga ditemukan di daerah Sumatera, hanya saja penyebutan namanya berbeda. Kalau di Sumatera, roti kolmbeng disebut dengan roti manado.

Di Jogja sendiri, ada beberapa tempat yang masih melestarikan roti kolmbeng ini. Di daerah Kulon Progo dan daerah dekat rumah orang tua saya, Beluran. Roti kolmbeng dijual dengan harga yang relatif lebih mahal dibanding jajanan pasar. Satu roti kolmbeng dijual dengan harga Rp 2,500. Biasanya sih sudah dipack pakai packing plastik tebal di-straples yang isinya 6 buah, jadi kalau beli satu pack tinggal merogoh kocek Rp 15,000. 

1% lainnya mungkin cengkeh, hehe

Isi roti kolmbeng ini...hmmm nggak ada isinya, hahaha. Ukurannya juga relatif kecil sebenernya, 2 kali hap langsung habis tak tersisa. Karena rasa khas manis legitnya, roti kolmbeng bisa jadi alternatif sajian pelengkap di sore hari sembari menyruput kopi panas atau teh poci. Meskipun roti kolmbeng ini punya sajian citarasa yang khas dan proses pembuatannya terbilang tidak rumit, di Jogja sendiri sudah tidak banyak industri rumahan yang memproduksi roti kolmbeng. Sejauh yang saya tahu (yang padahal mainnya juga kurang jauh, hehe) ada dua industri rumahan yang masih membuat roti kolmbeng. Mereka cukup terkenal sih di Jogja. Di daerah Kulon Progo dan Beluran. Jika teman-teman baik mungkin ada yang penasaran dan belum pernah mencoba roti kolmbeng ini, kalian bisa beli di sini:

Sabtu, 03 November 2018

Akhirnya postingan ini lahir juga. Akhirnya juga, saya bisa menginjakkan kaki ke tanah Kalimantan 🤩 Hmmm, 2018 sepertinya jadi tahun yang luar biasa karena banyak keajaiban yang terjadi di tahun ini. Alhamdulillah, puji syukur atas semua berkah ini. Lagi-lagi, meskipun waktu untuk singgah di tempat dinas tidak cukup lama, tapi masih cukup untuk jalan-jalan dan mencari  kesempatan untuk mencicipi makanan khas daerah. 

Tapi...dinas kali ini makanan khasnya agak tricky, karena bagi yang muslim, perlu lebih hati-hati untuk memilih tempat makan jika ingin mencicip kuliner khas Pontianak, yaitu Chai Kwe. Sebetulnya makanan ini di Jogja juga udah ada yang jual, tapi tetap saja menikmati makanan khas di kota asalnya itu jauh lebih greget ye kan? 😄

chai-kwe-chaipan-halal-pontianak-kalimantan-jogjabloggirls-ajengmas

Makanan khas Pontianak ini cukup populer dan punya beberapa nama sebutan. Ada yang menyebut Chai Kwe, Chai Kue, ada juga Choipan. Intinya sama aja. Tapi, meskipun camilan ini bentuknya seperti Dim Sum, beda yaaa 😂 Chai Kwe ini terbuat dari campuran tepung beras dan tepung tapioka yang punya isi bermacam-macam pilihan : ada bengkuang, kucai, keladi, dan kacang. Favorite saya Chai Kwe dengan isi bengkuang. Saya juga sempat mencicipi yang isi daun kucai dan keladi, tapi...hmmm.

Ada yang sudah pernah dengar kucai? Bentuk daun kucai itu agak mirip dengan daun bawang, yaa memang karena tanaman ini masih satu kerabat dengan bawang (sodaraan sepupu gitu kayaknya). Buat saya, untuk Chai Kwe isi kucai itu rasanya agak sedikit aneh 😅 padahal, daun kucai sendiri dipercaya dalam pengobatan tradisional Tionghoa bisa untuk mengobati masalah kesehatan. Yaa meskipun begitu, kalau buat camilan sih, rasanya pilihan isi kucai bakal saya skip.

chai-kwe-chaipan-halal-pontianak-kalimantan-jogjabloggirls-ajengmas

Cara menyantap camilan ini adalah dicocol dengan kecap asin + sambal + saos tiram. Ukurannya cukup kecil sih, ini makanan yang bisa dimakan sekali hap 😆 Harganya juga murah banget, cuman seribu rupiah satunya. Tapi ya jangan harap kenyang kalau cuman pesen satu dua, hehe.

Nah, kalau untuk keperluan oleh-oleh, sayangnya makanan ini nggak bisa bertahan lama. Hanya bisa bertahan beberapa jam saja. Kalau kalian harus melewati penerbangan seharian, nggak disarankan untuk bawa Chai Kwe untuk oleh-oleh. Ini tipikal makanan yang harus segera dihabiskan begitu dibuka, kalau nggak, bakal basi. Meskipun dari tempat yang jual sudah dipacking menggunakan toples diberi tepung agar lebih awet, tapi tetap saja suhu panas di dalam bagasi di pesawat semakin bikin Chai Kwe nggak bisa bertahan lama.

gleam-cafe-chai-kwe-chaipan-halal-pontianak-kalimantan-jogjabloggirls-ajengmas
Area paling rame di Gleam Cafe. Tempatnya nyaman buat nongkrong malem-malem.
gleam-cafe-chai-kwe-chaipan-halal-pontianak-kalimantan-jogjabloggirls-ajengmas
Ini salah satu area Gleam Cafe di bagian dalam. Ada tempat VIP juga yang ber-AC.
Tenang aja kalau makan disini, rumah makan ini sudah bersetifikasi halal.
Nggak dinas keluar Jawa namanya kalau nggak ada drama dan cerita yang bisa dibawa pulang. Kemarin, saya dan kak Icelelellelll sempet drama gitu buat nyari tempat makan Chai Kwe yang halal dan terkenal. Iya, harus yang terkenal dan khas dong, udah jauh-jauh sampai Kalimantan ini, kan sayang kalau makannya cuman di fast food atau pecel lelean 😅

Pontianak memang sudah terkenal dengan mayoritas masyarakatnya yang non muslim. Karena itu, camilan Chai Kue ini sebetulnya memang khas Tionghoa. Tapi, nggak perlu khawatir, buat yang muslim kalau mau mencicipi Choipan ini. Kalian bisa kunjungi Gleam Cafe yang ada di Jl. Tamar No.3, Pontianak Kota. 


Lokasinya masih di tengah kota kok. Selain Chai Kwe, disini juga menyediakan banyak makanan berat dan camilan. Mulai dari capjay goreng, nasi goreng, somay, sampai french fries juga ada. Yah, menu ala cafe gitu.

Sebagai penutup postingan ini, saya mau share foto capjay goreng sehat yang semoga bisa bikin ngiler pembaca, eng inggg eeeenggg...selamat menikmati...🤤


Kamis, 28 Juni 2018

rumah-lama-panggonan-ngopi-omah-sor-sawah-jogja-ajengmas

Rumah Lama Panggonan Ngopi, tempat ngopi baru yang belum lama ini saya cobain, bikin saya nggak sabar banget buat rekomendasiin. Sepulang dari sana, pengen cepet-cepet ngedit foto dan nulis postingan ini. Rasanya sudah lama sekali sejak dibilang kalau ada tempat ngopi baru yang nuansanya mirip sama tempat ngopi yang dulu. Lokasinya agak tersembunyi di bagian selatan Jogja, Jl. Taman Siswa No.25, tepatnya satu lokasi dengan Hotel Omah Sor Sawo. Ancer-ancernya nggak sulit, ada gang di timur jalan tepat di depan Tempo Gelato Tamansiswa, nah masuk ke jalan kecil itu 😊

Ketika sampai di lokasi, langsung bisa terlihat bangunan Rumah Lama berbentuk joglo dengan nuansa interiornya yang mengusung tema tradisional, bener-bener berasa "rumah lama". Fasilitas yang disediakan disini juga cukup lengkap : toilet yang bersih, mushola, meja panjang untuk kalian yang suka nongkrong rombongan, koleksi buku, dan tentunya koneksi internet.

rumah-lama-panggonan-ngopi-omah-sor-sawah-jogja-ajengmas

Rumah Lama ternyata nggak hanya jadi "panggonan ngopi", tapi juga menyediakan menu minuman tradisional seperti Bir Pletok. Ada yang penasaran sama minuman ini? Monggo mampir ke nasirullahsitam.com yang sudah berbagi cerita tentang pengalaman menyeduh minuman ini 😊 Selain itu tersedia juga cemilan, dan makanan berat. Pilihan menunya cukup beragam. Bagi kalian yang nggak suka kopi, ada menu susu dan teh juga kok. Oiya, salah satu makanan berat yang paling menarik perhatian saya adalah bakmie jowo 😆

rumah-lama-panggonan-ngopi-omah-sor-sawah-jogja-ajengmas

Kopilami

Berkesempatan untuk mencicipi sajian latte yang punya citarasa khas. Nama menu lattenya adalah Kopilami, terdiri dari campuran cafe latte dipadu padan dengan racikan ekstra rempah-rempah rahasia dan gula aren. Rasanya unik, authentic, minuman seharga Rp 21.000,- ini salah satu menu kopi yang wajib dicoba kalau kalian sedang bosan dengan kopi hitam.

rumah-lama-panggonan-ngopi-omah-sor-sawah-jogja-ajengmas

Baca juga : Dongeng Kopi Jogja, Jatuh Cinta Pada Kesan Pertama

Selain Kopilami, ada juga menu Kopi Sultan. Kalau Kopilami menggunakan campuran pemanis gula aren, Kopi Sultan ini adalah kopi hitam pekat yang dicampur susu kental manis dan sari kelapa. Sayangnya kemarin saya nggak sempat mencoba Kopi Sultan, saya lebih tergoda buat icip V60-nya. Karena disajikan menggunakan cangkir yang terbuat dari gerabah, rasanya berasa lebih legit.

rumah-lama-panggonan-ngopi-omah-sor-sawah-jogja-ajengmas

Kopi Jambon

Nah, untuk minuman dinginnya, saya merekomendasikan untuk mencoba Kopi Jambon. Ini adalah minuman kopi yang dicampur dengan karamel, espresso, red velvet, dan susu yang diatasnya diberi topping whipped cream. Ini juga rasanya unik. Kalau diliat dari penyajiannya, kayaknya biasa aja gitu, malahan difoto saya ini mirip jus jambu 😅 *maafkan keamatiran saya* tapi begitu dapet tegukan pertama, hmmmm, bikin senyum-senyum sendiri, beneran. Rasanya unik! Manisnya pas, dan nggak ninggal di tenggorokan.

rumah-lama-panggonan-ngopi-omah-sor-sawah-jogja-ajengmas

Makanan Mengenyangkan

Buat kalian yang juga butuh asupan perut dengan makan berat, tenaaang, nongkrong di Rumah Lama Panggonan Ngopi juga ada menu makanan besar. Ada bakmi goreng, bakmi godhog, nasi goreng, dan magelangan. Tapi kalau pengen sekedar nyemil-nyemil aja, kalian bisa pesan pisang goreng atau kue.

rumah-lama-panggonan-ngopi-omah-sor-sawah-jogja-ajengmas
rumah-lama-panggonan-ngopi-omah-sor-sawah-jogja-ajengmas

Ada yang spesial dengan makanan berat di Rumah Lama Panggonan Ngopi, semuanya dimasak dengan tidak menggunakan micin atau penyedap rasa ber-MSG. Makanan beratnya menggunakan Totole sebagai bumbu penyedap rasa.

Totole adalah penyedap rasa alami yang terbuat dari jamur. Lebih lengkapnya, kalian bisa mampir ke blog Dapur Mama Badar yang pernah review tentang Totole ini.

rumah-lama-panggonan-ngopi-omah-sor-sawah-jogja-ajengmas

Rumah Lama Panggonan Ngopi nyaman banget buat dipake ngendon (baca : nongkrong lama). Suasananya sepi, mau sore atau malam, sama-sama enak buat nongkrong, ngumpul sama temen atau rame-rame sekeluarga. Lokasinya yang ada di dalam kampung juga salah satu yang bikin tempat ini nyaman. Di sekelilingnya banyak tanaman hijau, ada pohon sawo yang tinggi dan berdaun lebat, makanya namanya Omah Sor Sawo (Rumah di bawah pohon sawo).

Yang paling saya sayangkan dari tempat ini cuman satu, lokasinya jauuuh dari rumah 😔 Jadi kalau mau main kesini, harus bener-bener meluangkan waktu. Beruntunglah kalian yang tinggal di daerah selatan Jogja. Okedee, sekian cerita singkat tentang tempat ngopi baru ini, mudah-mudahan bisa jadi racun baru yaa, hehehe. Sampai jumpa lagi di tempat ngopi yang lain 🙌

rumah-lama-panggonan-ngopi-omah-sor-sawah-jogja-ajengmas

Minggu, 15 Oktober 2017

review-caliber-coffee-shop-jogja-butik-commando-chapter

Caliber? Kok namanya kayak senjata ya? Katanya coffee shop? 😅 Itu pertanyaan yang terlintas di benak saya. Dan sampai sekarang pun juga masih belum terjawab. Tapi setelah datang langsung kesana, saya jadi menebak-nebak, oooh mungkin ownernya suka sama hal-hal yang berbau militer. 

Wajar kalau mungkin nama Caliber Boutique Coffee House masih arang terdengar. Ini tempat ngopi baru, yang bahkan grand openingnya saja baru besok Senin, 16 Oktober 2017 (catet tanggalnya karna katanya bakal ada promo diskonan lagi). Lokasinya tepat di depan persis toko busana muslim Pand's, gampang kan jujugannya? Dari Mirota Kampus UGM, tinggal lurus ke selatan jalan satu arah.


Letak coffee shopnya ada di lantai 2. Kalau pengen mampir dulu ke Butik Commando Chapter II, kalian bisa masuk tokonya, lalu naik tangga dari dalam. Atau bisa juga langsung aja naik ke atas. Area bagian luar Caliber Coffee ini ditujukan buat yang sekedar pengen nongkrong, kalau kalian pengen sambil laptop-an dan butuh sambil charge battery, harus ke dalem.

review-caliber-coffee-shop-jogja-butik-commando-chapter
review-caliber-coffee-shop-jogja-butik-commando-chapter
review-caliber-coffee-shop-jogja-butik-commando-chapter
review-caliber-coffee-shop-jogja-butik-commando-chapter

Mmmm, saya bukan anak desain interior, tapi rasanya sih buat saya kayak nanggung gitu ambience yang didapet. Tema militernya kayak setengah-setengah, mungkin kalau sekalian dibikin nuansanya kayak di medan perang atau gudang persenjataan, atau camp gitu, better kali yaa?

review-caliber-coffee-shop-jogja-butik-commando-chapter

Mencicip House Blend Caliber Coffee

Kenneth Davids dari Coffee Review menjelaskan tentang konsep house blend secara rinci: “House blend adalah plesetan istilah dalam dunia kopi. Konsep ini mengacu kepada sesuatu yang spesifik dan terpercaya, mirip dengan istilah house wine. House blend juga berarti sesuatu yang khas dan tidak biasa namun tetap mengandung unsur lokal. Menu ini tidak akan dijumpai dimanapun kecuali hanya di ‘rumah’ —di kedai kopi— itu saja.” - Dikutip dari www.majalah.ottencoffee.co.id

Caliber Coffee punya dua pilihan house blend yang bisa dicoba, namanya AK47 dan Jagger Troopen. Perbedaannya bisa dilihat disini :

review-caliber-coffee-shop-jogja-butik-commando-chapter
Bedanya ada di campuran beans dan pilihan cara pembuatannya.
Picture taken from Caliber Instagram @caliber.coffee
Tadinya pengen pesen V60 Trujillo Colombia, tapi waktu nengok lagi pilihan menu house blendnya, niat saya langsung tergoyahkan sama Magic Jagger Troopen. Ternyata magic itu double ristretto. Awkaay, berhubung sudah lama penasaran pengen nyobain ristretto, ya sudahlah, akhirnya saya ganti pesenan, hahaha.

review-caliber-coffee-shop-jogja-butik-commando-chapter
review-caliber-coffee-shop-jogja-butik-commando-chapter

Double Ristretto of Jagger Troopen

Ini diaaaa, double ristretto saya. Lagi-lagi dapet gambar Bellsprout 😆 Hahaha. Bukan ding, itu gambar angsa, bukan Pokemon. Rasanya...hmmm...enak...saya suka! Nggak strong banget buat saya. Dan rasa asamnya pas, ini yang paling penting. Double ristretto ini dibandrol dengan harga Rp 31.000,- tapi berhubung kemarin masih promo soft opening, alhasil dapet diskon 30% jadi cuman dua puluh ribuan.

review-caliber-coffee-shop-jogja-butik-commando-chapter

Paket EMP Magz

Kalau kalian berasa kurang cuman ngopi secangkir, Caliber Coffee juga menyediakan set menu kopi. Ada dua pilihan, EMP Magz dan Espresso Magz. Nah kalau yang ada di gambar bawah ini, itu set menu EMP Magz, yang terdiri dari single shot espresso + latte. Meskipun dapet dua kopi, tapi kamu cuman boleh pilih satu house blend aja.

The Beans for Single Origin

Khusus untuk manual brew, pilihan beansnya baru ada empat aja, dan kesemuanya Arabica. Sepertinya memang Caliber sengaja lebih menonjolkan house blendnya. Seingat saya sih kemarin ketika mau pesen V60 cuman disuruh milih dari keempat beans ini, jadi semacam nggak bisa milih dari yang pilihan beans yang dipakai buat house blend. Untuk single origin harganya lebih mahal, sekitar hampir empat puluh ribuan.

review-caliber-coffee-shop-jogja-butik-commando-chapter
Pilihan beans buat yang pengen manual brew.
Caliber Coffee bisa jadi tempat alternatif saya kalau misal lagi kangen ngopi. Lokasinya yang deket banget sama kantor, jadi alasan paling utama sih, hehe. Menikmati kopi sambil melihat lalu lalang orang dan kendaraan dari atas balkon lantai dua, hmmm cukup asik. Kalau kemarin malam sih, sambil memperhatikan bapak-bapak tua yang jualan mainan ayam-ayam-an di seberang jalan (yang kemudian menimbulkan beberapa pemikiran di benak saya) 😊


Oiya, jangan lupa pantengin terus instagramnya @caliber.coffee biar update promo diskon grand openingnya, siapa tau kan ya request diskon 50% saya terkabul? Hahaha 😆


Senin, 18 September 2017

dongeng-kopi-jogja

Sapaan yang selalu hangat, ramah, dan sama setiap kali saya berkunjung kesana. Waktu itu, pertama kalinya saya datang ke Dongeng Kopi Jogja, kala itu mereka baru banget pindahan ke lokasi baru, dan beruntungnya saya waktu itu, mereka masih trial menu gitu jadi kita hanya diminta bayar se-ikhlasnya. Dengan senyumnya yang begitu ramah dan khas, saya disapa dan langsung ditawari ingin pesan kopi apa. Hahaha, masnya salah nanya ini, saya hanya tersenyum dan terdiam, mana saya ngerti? Untungnya waktu itu mas Ucil langsung cepat menjawab, latte. Ya, "Latte dulu mumpung mesinnya masih nyala, bentar lagi kan mati." katanya. Habis latte nanti nyobain single origin, v60, arabica, tapi saya lupa apa beansnya. Kemudian mas Ucil melanjutkan dengan melontarkan sebutan istilah-istilah dunia per-kopi-an yang entah apa itu maksudnya (sudah, udah pernah dijelasin, tapi saya tetep aja susah ngingetnya) 😁

dongeng-kopi-jogja

Dongeng Kopi Jogja terletak di Jalan Kranji Serang No.19B, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman. Gampangnya sih kalau dari perempatan ringroad jalan Monjali, ambil ke arah timur, sekitar 50 meter dari sana, sebelum mini market Indomaret ada jalan masuk gang ke kiri, ikuti jalan itu, luruuuus terus. Lurus terus entah sampai berapa kilo yaa itu, mungkin kurang lebih 2 kiloan, nanti di kiri jalan kamu bisa menemukan rumah joglo terbuka yang bar nya sudah bisa langsung kelihatan dari kejauhan.


Lokasinya nyaman sekali menurut saya. Daerahnya sepi dan tenang. Bangunannya ber-arsitektur lokal. Njawani kalau mungkin orang bilang. Tipikal tempat yang bisa langsung saya suka. Tempat parkirnya luas juga. Kamu mau bawa truk tronton kesini juga bisa kok, kalau mau. Dan nggak ada tukang parkir, jadi yaa pastikan kendaraanmu sudah terparkir dengan aman ya sebelum ditinggal masuk. Karena suasana daerahnya yang tenang, Dongeng Kopi Jogja jadi tempat favorite saya buat menyendiri.

dongeng-kopi-jogja
dongeng-kopi-jogja

Fasilitas umum di DKJ sudah cukup memadai. Ada toilet, yang sayangnya cuman ada satu saja. Ada mushola, tapi sayangnya tempat wudunya jauh (dekat toilet), dan tidak disediakan sandal jepit. Sepertinya soal ini DKJ perlu lebih perbaiki lagi. Hal sekecil itu kalau diperhatikan pasti bakal jadi nilai tambah untuk kenyamanan tempatnya.

dongeng-kopi-jogja
dongeng-kopi-jogja

Baristanya, hampir semuanya ramah dan menyenangkan kalau diajak ngobrol. Kalau kesini, meski sendiri kalian nggak akan ngerasa sendiri kayaknya. Selalu menyapa, selalu ramah, selalu senyum, dan bercanda. Untuk poin yang terakhir, itu hanya untuk orang tertentu sepertinya, hahaha. Tapi nggak sampai annoying kok, percaya. Tetep asik. Yang paling saya ingat, Mas Madun namanya. Orang di DKJ terkepo pertama yang maju tak gentar membombardir saya dengan banyak pertanyaan. Yang paling lucu, mungkin. Hai Mas Madun, selamat, saya ingat namamu, dan kali ini kamu masuk di blog saya ya 😉

dongeng-kopi-jogja
dongeng-kopi-jogja
dongeng-kopi-jogja

Ada banyak tempat untuk dipilih. Sendirian, rame-rame, berdua, banyak pilihan tempat. Mau duduk di bar sambil ngobrol dengan baristanya? Bisa. Di sekitaran bar juga ada beberapa tempat duduk kalau kalian pengen sambil laptop-an. Atau, kalian bisa main ke area tengah, dekat taman. Itu tempat favorite saya. Lapang, pandangannya juga masih luas, bisa melihat sekeliling kalau lagi bosan liat layar monitor, masih bisa ngerasain udara segar juga. Sebetulnya di bagian tengah itu ada kolam, yang entah kenapa sampai artikel ini dibuat, itu kolam nggak ada isi ikannya. Atau main ke area belakang, di sana ada lahan yang sudah ditanami, salah satunya, cabe. Iya, cabe, cabeeee.

Ah iyaa, soal koneksi internet, lantjar djaja, bianter! Mau ngerjain kerjaan yang butuh koneksi cepet, DKJ menyediakan itu, tenang. Asupan listrik juga tersedia kok. Mau sekedar mengunduh video klip Versace On The Floor? Bisaaaa~

dongeng-kopi-jogja
dongeng-kopi-jogja

The Coffee

Soal kopinya sendiri, dari nama-nama beansnya aja sudah njawani sekali. Ganda Arum Manis, Hasta Dasa Parateming Prabu, ada Cempurit, Gatoloco, dll. Total ada sembilan, dan kemarin sih kabarnya untuk menyempurnakannya jadi sepuluh, akan ada beans baru yang rasanya mengandung kesembilan rasa yang sudah ada, hmm penasaran. Sayangnya saya lupa namanya, huft.

Di Dongeng Kopi Jogja, kamu bisa custom rasa kopimu sesukamu. Bisa banget request dibikinin kopi yang long after taste misal, atau pengen kopi yang ditonjolin rasa floralnya misal, macem-macem, selagi baristanya bisa bikin, pasti dibikinin. Ini yang unik dan menyenangkan. Jadi untuk satu jenis kopi aja kita bisa explore rasa yang macem-macem.

Menu Cantik

Menu cantik itu sebutan buat menu selain kopi. Ya semacam latte, red velvet, itu termasuk menu syantik katanya. Makanan atau minuman yang dipesan sebagai pendamping kopi sebagai pesanan utama. Gitu sih pemahaman saya. Di bawah ini adalah beberapa menu syantik yang pernah saya icip di Dongeng Kopi :

1 / Affogato

Suapan dari eskrim pertama yang saya coba membuat saya langsung bernostalgia dengan eskrim TipTop. Mungkin ada yang pernah tau? Es krim legendaris yang dulu terletak di jalan Mangkubumi, tepatnya beberapa meter dari kantor Kedaulatan Rakyat. Sayangnya, saat ini es krim TipTop sudah berganti, pindah tempat, dan sepertinya dialih kelola. Tak lagi vintage, namun saya masih tetap penasaran dengan citarasa es krimnya saat ini seperti ini, ya, kapan-kapan.

Espressonya sendiri rasanya pas. Rasa manis dari es krimnya yang kemudian meleleh bercampur sama rasa pahit dari espresso, ulalaaaa perpaduan rasa yang unik nggak ada duanya. Ini affogato paling enak kayaknya dari sekian banyak affogato yang sudah pernah saya coba. Serius, nagih!

dongeng-kopi-jogja

2 / Cheese Cake

Cheese cake ini dibanderol dengan paket Longblack Coffee seharga Rp 28.000 kalau saya tidak salah ingat. Rasanya pas menurut saya, apalagi disajikan dengan Longblack Coffee yang pahitnya, hmmm. Pahitnya bukan selera saya. Hahahaha. Tapi masih bisa saya tolerir sih, nggak yang sampai bikin kapok gitu. Yang penting kalau saya mah asal nggak bikin bolak balik toilet masih aman.

dongeng-kopi-jogja

3 / Hot Red Velvet

Ini minuman favorite saya. Entah kenapa selalu suka sama red velvet. Minuman ter-aman yang pasti bakal saya pesan ketika dilanda bingung mau pesen apa. Sayangnya, red velvet di Dongeng Kopi rasanya kurang authentic kalau menurut saya. Rasanya itu mirip banget sama susu sapi murni dikasih sirup merah, serius. Lidah saya ngerasainnya sih gitu. Tetep enak sih, cuman agak kurang nampol aja rasanya 😁 Kurang khas. Tapi masih oke kok buat nemenin nongki-nongki syantik. Apalagi warnanya yang pink itu, selalu eye catching buat foto foodie.

dongeng-kopi-jogja

Voila! Itu sepenggal pengalaman saya di Dongeng Kopi Jogja yang pada akhirnya membuat saya jatuh cinta sama tempat ini. Ya, tempat ini bisa membuat saya jatuh cinta pada kesan pertama. Homy, berasa di rumah saudara sendiri, saya suka sekali ambience disini. Semoga kedepannya nggak banyak berubah drastis ya kalaupun bakal ada renov. Tetap dengan arsitektur Dongeng Kopi yang kental akan rasa lokalnya.

Jadi, gimana? Tertarik buat kesana juga kah?

Minggu, 17 September 2017

roglasses-iwearroglasses-egopro-opening-new-store

Hari ini, badan masih agak sempoyongan, tapi kalau cuman di rumah terus aja rasanya badan nggak sehat-sehat deh. Butuh booster ketemu dan ngobrol sama orang-orang. Syukurnya, kemarin ini saya diundang sama Roglasses buat dateng di acara opening new store-nya mereka yang ada di daerah Sagan (tepatnya di x-Indiecology). Nggak cuman Roglasses aja sih, tapi juga barengan sama Egopro.

roglasses-iwearroglasses-egopro-opening-new-store

Pasti udah pada tau banget kan ya kalau Roglasses itu gudangnya kacamata kece di Jogja. Kalau kalian nyari kacamata yang lagi nge-hitz, nggak usah deh jauh-jauh ke olshop di Jakarta, Jogja juga punya toko kacamata fashion dengan kualitas yang oke punya. Soal harga? Hmm, nggak usah ditanya deh, pastinya terjangkau dan affordable. Koleksinya Roglasses mulai dari range 40 ribuan sampai dengan 180 ribuan.

roglasses-iwearroglasses-egopro-opening-new-store
roglasses-iwearroglasses-egopro-opening-new-store
roglasses-iwearroglasses-egopro-opening-new-store
roglasses-iwearroglasses-egopro-opening-new-store

See? Koleksinya keterlaluan lucu kan? Tinggal dipilih mana yang mau dibawa pulang. Apalagi hari ini tadi Roglasses lagi ngadain sale juga 25% plus buy get one 😭 Udah lah makin bulat tekad saya buat bawa pulang lagi satu koleksinya Roglasses. Kyaaaaaa.

roglasses-iwearroglasses-egopro-opening-new-store
Mbak-mbak bersuara merdu yang jago main gitar juga, Gabriela Fernandez
Acara opening storenya sendiri tadi isinya bagi-bagi voucher banyak banget sambil liat performnya mbak Gabriela Fernandez. Dan nggak tanggung-tanggung, vouchernya dari beberapa brand yang udah kita familiar banget. Paling menarik buat saya ya tetep, fashion brand asal Jogja, mulai dari brand sepatu sampai tas. Aaaah, alhamdulillah, rejeki anak sholeh.

roglasses-iwearroglasses-egopro-opening-new-store

Happy banget bisa dateng ke acara ini. Ketemu temen baru, bisa silaturahmi lagi sama temen-temen lama, tuker kaweruh kalo kata orang Jawa. Beneran deh ikutan happy buat Roglasses ama Egopro. Semoga sukses selalu buat store-nya, dimanapun. Buat Roglasses, makin banyakin lagi koleksi kacamata kecenya yah. Makin laris dan makin banyak fansnya! Amiiiin.

With our beloved owner of Roglasses, @rorotyas
roglasses-iwearroglasses-egopro-opening-new-store
@rorodinar • @dirawidira • @daniasubekti • @junoaggy • @monicaagustami • @ardiatami • @apinimunn • @galnan

Instagram

Diary Baik Hari Ini. Theme by STS.