Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Kota Cengkeh, Tolitoli, Sulawesi Tengah

Thursday, December 01, 2016 Ajengmas Restia 4 Comments Category : , , , , ,

kota-cengkeh-tolitoli-sulteng-sulawesi

Kalau biasanya pada bilang September ceria, buat saya kali ini Oktober ceria! Kenapa? Di bulan Oktober ini saya diberkahi kesempatan untuk menyambangi lagi pulau yang selalu memberikan cerita unik untuk saya, Sulawesi.

Ini cengkeh paling berat didunia πŸ˜‚πŸ˜‚
Kali ini bukan kota besar seperti Palu atau Manado, tapi saya ditugaskan untuk memberikan pelatihan penggunaan sistem pengelolaan aktivitas akademik di satu-satunya universitas yang ada di Kota Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Perjalanan ke Kota Tolitoli saya tempuh selama 2 hari karena kami harus menginap dulu di Kota Palu. Rutenya sih jadinya : Jogja - Balikpapan - Palu (Day1) Palu - Tolitoli (Day2). Dari Palu menuju Tolitoli hanya ada satu maskapai dan menggunakan pesawat baling-baling, ATR. Perjalanan menuju Tolitoli nggak makan waktu lama di udara cuman sekitar 45 menit aja, daaaaan tibalah kami di Kota Cengkeh itu.

kota-cengkeh-tolitoli-sulteng-sulawesi
Tim Oggy (musuhnya The Cockroaches) πŸ˜Ž
Dari Bandar Udara Sultan Bantilan menuju pusat kota, kami melewati pemandangan pelabuhan besar Tolitoli. Melihat keramaian warga yang menyaksikan lomba balap perahu motor. By the way, memang waktu itu bertepatan dengan ulang tahun TNI ke-71.

kota-cengkeh-tolitoli-sulteng-sulawesi
kota-cengkeh-tolitoli-sulteng-sulawesi
kota-cengkeh-tolitoli-sulteng-sulawesi
kota-cengkeh-tolitoli-sulteng-sulawesi
kota-cengkeh-tolitoli-sulteng-sulawesi

Pelatihan terselenggara selama 3 hari. Dan meski setiap harinya kami selalu kebagian jatah mati listrik & terkendala jaringan internet yang sering sekali putus, peserta pelatihan masih bersemangat hingga akhir. Kadang serius, kadang tertawa ngekek-ngekek, situasi itu yang rasanya selalu menyenangkan buat saya. Saling berbagi pengalaman & ilmu, tentunya besar harapan agar dapat bermanfaat kedepannya.

From A to Z about academic software solution.
By the way, kalau bicara soal bagaimana pusat Kota Tolitoli, kondisinya tidak begitu ramai. Kami nggak menemukan swalayan macam Alfam*rt atau Indom*rt disini. Yang ada yaaa swalayan milik pribadi gitu. Rumah makan yang khas juga kami nggak nemukan, kebanyakan rumah makan sea food, coto makassar, pecel lele-an, dan sebangsanya.

Tapi buat kalian penggemar sambel, pasti happy banget kalau kesini, kenapa? Soalnya rasa sambel Tolitoli itu amat sangat terjamin pedesnya! Yihaa banget kan? πŸ˜‹ Mau makan pake sambel di tukang bubur, tukang nasi kuning, tukang rames, tukang coto, semuanya sama, pedes! πŸ˜…

Oiyaa, kemarin kami sempat mencicipi mie kuah seafood. Enaaaak! Rasanya mirip kayak bakmi godhog Jawa, tapi lebih kerasa seafoodnya karena ditambahi udang & cumi rebus, hmmm yummy!

kota-cengkeh-tolitoli-sulteng-sulawesi
Kelihatan sedepnya kan? Cumi ama udangnya ndengguk ndengguk gituh (baca : besar-besar) πŸ˜
Beberapa kali kami singgah di tempat makan, nggak ada warung makan yang bener-bener rame, penuh sampai sesak, nggak ada. Mungkin, kebanyakan warga Tolitoli memang lebih suka menghabiskan waktu dirumah bersama dengan keluarga kali yaa. Bahkan, tempat nongkrong seperti taman kota, kafe atau kedai juga nggak segitunya ramai banget. Jadi bener-bener masih nyaman buat nongkrong karena nggak terlalu terasa hiruk pikuknya.

Katanya sih, Kota Tolitoli hanya ramai di hari weekend aja. Yes, Sabtu dan Minggu aja ramenya. Sempat singgah di Taman Kota dan Kedai Kangko, dua tempat nongkrong ala anak gaul Tolitoli katanya πŸ˜‚

kota-cengkeh-tolitoli-sulteng-sulawesi
kota-cengkeh-tolitoli-sulteng-sulawesi-kedai-kangko
kota-cengkeh-tolitoli-sulteng-sulawesi-kedai-kangko
kota-cengkeh-tolitoli-sulteng-sulawesi-kedai-kangko
kota-cengkeh-tolitoli-sulteng-sulawesi-kedai-kangko

Nah, bahas tempat makan dan nongkrong, udah. Selanjutnya saya pengen kasih intip sedikit gimana kondisi daerahnya. Kota Tolitoli itu tergolong sepi. Jarak antar rumah satu dan lainnya nggak sepadat perkotaan di Jogja. Dan yang bikin beda adalah, view halaman belakang setiap rumah itu perbukitan pohon cengkeh yang berbaris rapih. 😍 Awsome!


Can you see that? Istimewaaaa! Kalau kemarin lihat bukit di Kota Palu aja udah seneng alhamdulillah, sekarang bisa liat bukit yang dihiasi barisan pohon cengkeh. Aaaah, rasa syukur ini tak henti-hentinya mengalir. Ketemu lagi dengan rekan baru, pengalaman baru, dan tentunya tantangan baru juga. Terimakasih banyak untuk bapak ibu civitas akademika Universitas Madako Tolitoli, terimakasih banyak untuk keramah tamahan & canda tawanya selama kami disana, sukses selalu & tetap bersemangat! πŸ’ͺπŸ˜„

Bersama bapak Kapuskom
Civitas Akademika Universitas Madako yang masih muda-muda & enerjik

RELATED POSTS

4 comments

  1. Tempat nongkrongnya asik juga ya.
    Aku jadi tambah pingin pergi-pergi ke berbagai daerah di indonesia.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Riski Fitriasari πŸ™‚ trimakasih sudah mampir ke blog saya. Tempat nongkrong yang terkonsep desain interiornya seperti Kedai Kangko memang belum banyak di Tolitoli. Dan yang ini memang termasuk unik sih, setiap Sabtu/Minggu ada live music performancenya juga.

      Setuju! Daerah di Indonesia rasanya ndak ada habis-habisnya untuk dikunjungi. Terlalu beragam, hehehe. Semoga keinginannya segera terwujud yah 😁 Salam kenal dari Jogja.

      Delete
  2. Ternayat jika dijelajahi, Indonesia itu indah sekali ya.. termasuk Toli-toli, jadi pengen bisa kesana juga, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak Apri Ann, iyaaa betul sekali. Pertama kali datang di Toli-Toli, langsung terasa sekali kalau daerahnya masih asri, apalagi dikelilingi perbukitan cengkeh begitu.

      Ikut mengamini mbak, hehe, mudah-mudahan diberi kesempatan berkelana kesana :)

      Delete